Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Hiburan Engklek dan Olahraga Pagi di Pusat Karantina Natuna

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 3 Februari 2020 13:00
Hiburan Engklek dan Olahraga Pagi di Pusat Karantina Natuna
Mereka menjalankan olah raga pagi dan aktivitas seperti biasa.

Dream - Sebanyak 238 orang warga negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, China menjalani masa karantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Di lokasi tersebut, para WNI menjalani pemeriksaan kesehatan ulang terkait dugaan virus Corona (2019-nCoV).

Meski harus menjalani masa karantina, aktivitas ratusan WNI dari Wuhan berjalan seperti biasa. Akun Twitter @anjarisme membagikan video kegiatan pagi para WNI yang menjalani proses pemeriksaaan ulang di Kabupaten Natuna.

" Halo Pak Menkes. Saya Budi (dari) Pusat Kesehatan. Saya bersama teman-teman WNI dari Wuhan. Insya Allah kami dalam keadaan sehat. Pagi ini kami sehabis olahraga," kata seorang di video.

Belasan WNI yang tampak dalam video kemudian melambaikan tangannya. Tak sekadar berolahraga, para WNI juga berjalan-jalan kaki menyamput matahari pagi di Kabupaten Natuna.

 

1 dari 4 halaman

Bermain Engklek

Selain itu, para WNI juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi kesehatan rutin. Bahkan, untuk mengisi waktu luang, para WNI bermain permainan tradisional engklek.

" Banyak aktivitas yg bisa dijalankan. Jadwal disusun. Agar suasana di tempat observasi lebih menyenangkan," tulis pemilik akun.

Dilaporkan laman resmi Kementerian Kesehatan, ratusan WNI di Kabupaten Natuna menjalani pengecekan ulang. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, ingin memastikan kondisi WNI dari Wuhan dalam kondisi baik.

" Apa yang di-declare di China bahwa orang sehat yang boleh terbang, saya juga declare di sini (Natuna) bahwa mereka juga tetap sehat," kata dia.

2 dari 4 halaman

Standar WHO

Pengecekan kesehatan yang dilakukan, kata Terawan, mengikuti prosedur dan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia menjelaskan nantinya WNI dari Wuhan akan dicek oleh tim kesehatan dari Kemenkes dan TNI. Dia akan mengawasi semua tahapan hingga beres termasuk membuat kegiatan yang membuat mereka nyaman selama masa karantina.

Informasi awal jumlah WNI yang akan pulang ke Indonesia ada 245 orang, namun jumlah yang pasti tiba di Indonesia ada 238 orang, 4 orang mengundurkan diri karena lebih nyaman tinggal di sana, sisanya 3 orang tidak lolos pengecekan kesehatan dari pemerintah Cina.

“ Jadi Pemerintah Cina harus menyesuaikan stndar WHO, jadi tidak boleh memberangkatkan siapapun (jika tidak lolos skrining),” ujar dia.

3 dari 4 halaman

Industri Wisata Masih 'Kebal' dari Virus Corona

Dream - Penyebaran virus corona membuat semua orang khawatir. Jumlah kematian akibat virus ini terus meningkat dan penyebarannya pun sangat cepat.

Tetapi, ternyata virus Corona Wuhan belum berdampak begitu besar pada negara yang terpapar, seperti Singapura dan Jepang. Bahkan, Jepang masih gencar mempromosikan wisatanya.

" Sudah ada terinfeksi, cuma enggak menyebar luas. Yang kena (virus) dikarantina dan kita tetap mempromosikan dan menjaga dengan adanya penyakit menular," kata Akita Priandana, Project Manager Japan Travel Week, di All Season, Jakarta Pusat, Jumat 31 Januari 2020.

Partnership Leader Traveloka, Stevens Hendrajaya, menambahkan, efek virus Corona Wuhan terhadap penjualan tiket ke negara yang terpapar belum terlihat.

" Dari sisi kita belum terlalu lihat. Mungkin, wabahnya masih baru," kata Stevens.

4 dari 4 halaman

Tapi, perusahaan penyedia tiket perjalanan ini memerhatikan keamanan customer dan memperpanjang promo agar bisa lebih bebas merencanakan perjalanan.

" Kami kasih opsi, dimana promo yang ditawarkan lebih long term travel dates-nya. Misalkan promonya seminggu, bisa dilakukan perjalanannya dengan rentang waktu lebih lama. Jadi, bisa planning," ujarnya.

Mereka pun telah menutup rute ke Wuhan sejak Senin lalu. " Kami sudah preventif dukung pemerintah dengan menutup rute ke Wuhan dan sudah dikomunikasikan lewat website," ucap dia.

Beri Komentar