Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kegiatan WNI Dari Wuhan Di Pulau Natuna (Foto: Twitter @anjarisme)
Dream - Sebanyak 238 orang warga negara Indonesia (WNI) dari Provinsi Hubei, China menjalani masa karantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Di lokasi tersebut, para WNI menjalani pemeriksaan kesehatan ulang terkait dugaan virus Corona (2019-nCoV).
Meski harus menjalani masa karantina, aktivitas ratusan WNI dari Wuhan berjalan seperti biasa. Akun Twitter @anjarisme membagikan video kegiatan pagi para WNI yang menjalani proses pemeriksaaan ulang di Kabupaten Natuna.
" Halo Pak Menkes. Saya Budi (dari) Pusat Kesehatan. Saya bersama teman-teman WNI dari Wuhan. Insya Allah kami dalam keadaan sehat. Pagi ini kami sehabis olahraga," kata seorang di video.
Belasan WNI yang tampak dalam video kemudian melambaikan tangannya. Tak sekadar berolahraga, para WNI juga berjalan-jalan kaki menyamput matahari pagi di Kabupaten Natuna.
Halo Pak Menkes????
Apa yg dilakukan saudara kita yang baru pulang dari Wuhan di Natuna pagi ini?
Mereka olah raga ceria! Nih videonya yg dikirimkan ke Pak Menkes.
Sehat semangat ya, guyss!!#VirusCorona #coronavirus pic.twitter.com/TzCCO0B5ib— IG @ANJARISME (@anjarisme)February 3, 2020
Selain itu, para WNI juga menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan kondisi kesehatan rutin. Bahkan, untuk mengisi waktu luang, para WNI bermain permainan tradisional engklek.
" Banyak aktivitas yg bisa dijalankan. Jadwal disusun. Agar suasana di tempat observasi lebih menyenangkan," tulis pemilik akun.
Asik bener ya! Permainan tradisional.
Aduh apa namanya ya? Di kampungku " Ingkling" ????????
Banyak aktivitas yg bisa dijalankan. Jadwal disusun. Agar suasana di tempat observasi lebih menyenangkan.
Dan agar tetap sehat pastinya!#kabardarinatuna#VirusCorona #coronavirus pic.twitter.com/PAnPcOcgnW— IG @ANJARISME (@anjarisme)February 3, 2020
Dilaporkan laman resmi Kementerian Kesehatan, ratusan WNI di Kabupaten Natuna menjalani pengecekan ulang. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan, ingin memastikan kondisi WNI dari Wuhan dalam kondisi baik.
" Apa yang di-declare di China bahwa orang sehat yang boleh terbang, saya juga declare di sini (Natuna) bahwa mereka juga tetap sehat," kata dia.
Pengecekan kesehatan yang dilakukan, kata Terawan, mengikuti prosedur dan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia menjelaskan nantinya WNI dari Wuhan akan dicek oleh tim kesehatan dari Kemenkes dan TNI. Dia akan mengawasi semua tahapan hingga beres termasuk membuat kegiatan yang membuat mereka nyaman selama masa karantina.
Informasi awal jumlah WNI yang akan pulang ke Indonesia ada 245 orang, namun jumlah yang pasti tiba di Indonesia ada 238 orang, 4 orang mengundurkan diri karena lebih nyaman tinggal di sana, sisanya 3 orang tidak lolos pengecekan kesehatan dari pemerintah Cina.
“ Jadi Pemerintah Cina harus menyesuaikan stndar WHO, jadi tidak boleh memberangkatkan siapapun (jika tidak lolos skrining),” ujar dia.
Dream - Penyebaran virus corona membuat semua orang khawatir. Jumlah kematian akibat virus ini terus meningkat dan penyebarannya pun sangat cepat.
Tetapi, ternyata virus Corona Wuhan belum berdampak begitu besar pada negara yang terpapar, seperti Singapura dan Jepang. Bahkan, Jepang masih gencar mempromosikan wisatanya.
" Sudah ada terinfeksi, cuma enggak menyebar luas. Yang kena (virus) dikarantina dan kita tetap mempromosikan dan menjaga dengan adanya penyakit menular," kata Akita Priandana, Project Manager Japan Travel Week, di All Season, Jakarta Pusat, Jumat 31 Januari 2020.
Partnership Leader Traveloka, Stevens Hendrajaya, menambahkan, efek virus Corona Wuhan terhadap penjualan tiket ke negara yang terpapar belum terlihat.
" Dari sisi kita belum terlalu lihat. Mungkin, wabahnya masih baru," kata Stevens.
Tapi, perusahaan penyedia tiket perjalanan ini memerhatikan keamanan customer dan memperpanjang promo agar bisa lebih bebas merencanakan perjalanan.
" Kami kasih opsi, dimana promo yang ditawarkan lebih long term travel dates-nya. Misalkan promonya seminggu, bisa dilakukan perjalanannya dengan rentang waktu lebih lama. Jadi, bisa planning," ujarnya.
Mereka pun telah menutup rute ke Wuhan sejak Senin lalu. " Kami sudah preventif dukung pemerintah dengan menutup rute ke Wuhan dan sudah dikomunikasikan lewat website," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya