Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Penyebaran virus corona membuat semua orang khawatir. Jumlah kematian akibat virus ini terus meningkat dan penyebarannya pun sangat cepat.
Tetapi, ternyata virus Corona Wuhan belum berdampak begitu besar pada negara yang terpapar, seperti Singapura dan Jepang. Bahkan, Jepang masih gencar mempromosikan wisatanya.
" Sudah ada terinfeksi, cuma enggak menyebar luas. Yang kena (virus) dikarantina dan kita tetap mempromosikan dan menjaga dengan adanya penyakit menular," kata Akita Priandana, Project Manager Japan Travel Week, di All Season, Jakarta Pusat, Jumat 31 Januari 2020.
Partnership Lead Traveloka, Stevens Hendrajaya, menambahkan, efek virus Corona Wuhan terhadap penjualan tiket ke negara yang terpapar belum terlihat.
" Dari sisi kita belum terlalu lihat. Mungkin, wabahnya masih baru," ujar Stevens.
Tapi, perusahaan penyedia tiket perjalanan ini memerhatikan keamanan customer dan memperpanjang promo agar bisa lebih bebas merencanakan perjalanan.
" Kami kasih opsi, dimana promo yang ditawarkan lebih long term travel dates-nya. Misalkan promonya seminggu, bisa dilakukan perjalanannya dengan rentang waktu lebih lama. Jadi, bisa planning," ujarnya.
Mereka pun telah menutup rute ke Wuhan sejak Senin lalu. " Kami sudah preventif dukung pemerintah dengan menutup rute ke Wuhan dan sudah dikomunikasikan lewat website," ucap dia.
Dream - Seorang kepala kesehatan di sebuah wilayah di China dipecat karena tak mampu menjawab pertanyaan dasar mengenai sebaran virus Corona Wuhan (2019-nCoV), saat diwawancarai televisi milik pemerintah.
Dilaporkan Asia One, kepala kesehatan bernama Tang Zhihong itu menjalankan departemen kesehatan di kota Huanggang. Kota itu dilaporkan mengonfirmasi adanya 500 kasus infeksi dan 12 kasus kematian virus Corona Wuhan.
Tetapi ketika ditanyai oleh tim inspeksi pemerintah pusat dan seorang wartawan tentang masalah-masalah seperti berapa banyak orang yang dapat ditangani oleh rumah sakit tertentu, dia tidak dapat segera menjawab.
" Aku tidak tahu," katanya, ketika ditanya berapa banyak orang sakit di sana.
" Aku hanya tahu ada berapa tempat tidur. Jangan tanya berapa banyak orang yang dirawat," ucap dia.
Beberapa jam kemudian, dalam pernyataan singkat dan singkat, departemen kesehatan kota mengatakan Tang telah dipindahkan.
Jawaban Tang membuat komentar dari banyak pengguna Weibo. Kebanyakan dari para pengguna Weibo marah dengan komentar dari Tang.
Pemerintah mengatakan akan menyelidiki dan menghukum para pejabat yang lalai saat memerangi virus Corona Wuhan.
Jumlah kasus penyebaran virus Wuhan di Huanggang merupakan terbesar kedua setelah kasus yang terjadi di Wuhan.
Sebagian besar wilayah di Huanggang telah ditutup dari dunia luar oleh pemerintah karena berupaya mengendalikan penyebaran virus.
Dream - Sebanyak 6.000 penumpang dan awak kapal pesiar Costa Smeralda sempat membuat khawatir Italia karena diduga membawa pengidap virus Corona Wuhan (2019-nCoV). Para penumpang dilarang turun oleh Otoritas Kesehatan Italia.
Namun mereka akhirnya diizinkan turun setelah seorang penumpang berkebangsaan China yang sedang sakit didiagnosis menderita flu biasa, bukan gejala akibat virus Corona Wuhan.
Otoritas Kesehatan Italia mengatakan, penumpang wanita berusia 54 tahun tersebut tidak berwenang berbicara di depan umum. Wanita itu, dan rekan seperjalanannya, dilaporkan naik ke kapal pesiar pada 25 Januari di Savona. Dia terserang demam dan kesulitan bernapas.
Menurut laman USA Today, seluruh penumpang kapal pesiar tersebut dikunci di Civitavecchia hampir seharian pada Kamis 30 Januari 2020. Para penumpang menunggu hasil tes awal yang dilakukan Institut Nasional untuk Penyakit Menular Lazzaro Spallanzi di Roma.
Kabar tentang kapal pesiar yang dikarantina itu datang pada hari yang sama ketika Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan virus Corona Wuhan sebagai darurat global. Di hari itu, WHO juga mengonfirmasi kasus pertama penularan virus dari manusia ke manusia.
Sumber di Costa Smeralda mengatakan, akan ada perubahan jalur perjalanan akibat kondisi ini. Smeralda akan melewati panggilan pelabuhan yang direncanakan Jumat di La Spezia dan tetap merapat di Civitavecchia, sekitar 50 mil barat laut Roma, hingga Jumat malam sebelum kembali ke Savona, Italia, untuk menurunkan penumpang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya