Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Pasien di Eka Hospital Cibubur Dinyatakan Negatif Virus Corona

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 3 Februari 2020 15:00
Pasien di Eka Hospital Cibubur Dinyatakan Negatif Virus Corona
Masyarakat diimbau tidak resah.

Dream - Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, memastikan pemeriksaan pasien suspek virus corona yang dirawat di Eka Hospitals Group Cibubur, Jawa Barat, menunjukan hasil negatif.

Kepastian itu diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel darah dan foto rontgen dari pasien.

" Kita lakukan pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur lengkap, dua hari kerja dan hasilnya valid dinyatakan negatif," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit ( P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Dedi Syarif saat jumpa pers di Eka Hospital Cibubur, Bogor, Jawa Barat, Senin. 3 Februari 2020.

Menurut Dedi, pusat penelitian dan pengembangan terus melakukan pemantauan terhadap adanya kasus pasien terduga terkena virus Novel Corona. Dinkes juga sudah memiliki alat memadai untuk pemeriksaan serta laboratorium yang dapat mengeluarkan hasil dari pemantauan pasien jika diduga terkena virus tersebut.

" Kita sudah punya pengalaman di SARS dan MERS jadi sudah dapat terdeteksi baik, jadi kita tak perlu ragu apa yang telah dilaksanakan Kemenkes," jelas Dedi.

Sementara itu Dokter Spesialis Paru Eka Hospital, Paulus Arka, Sp.P menyatakan pasien suspek virus Novel Corona terus dipantau dan dilaporkan ke pihak Dinkes setempat. Pemantauan dan pelaporan dilakukan sesuai standar penanganan.

" Jadi hasilnya ini kan negatif, jadi kami sebutnya ini (pasien) terkena para-infection atau infeksi virus," terang Paulus.

Standar prosedur pemeriksaan yang dilakukan Eka Hospital Cibubur mulai dari pemeriksaan darah dan rontgen, kemudian pemeriksaan fungsi ginjal dan hati.

 

1 dari 5 halaman

Eka Hospital Sebelumnya Pastikan Tak Ada Suspek

Manajemen Eka Hospital Group memastikan tidak ada pasien di rumah sakitnya yang terjangkit virus Corona Wuhan. Perusahaan saat ini mengelola empat rumah sakit masing-masing berada di Tangerang, Bekasi, Cibubur, dan Pekanbaru.

" Kami dari segenap manajemen Eka Hospital Group ingin menginformasikan sampai dengan release ini diturunkan, dipastikan tidak ada pasien suspek novel Corona virus terdiagnosa positif di keempat rumah sakit kami yaitu Tangerang, Pekanbaru, Bekasi, dan Cibubur," tulis manajemen Eka Hospital Group, Senin, 3 Februari 2020.

Dalam unggahan di akun Instagramnya, manajemen Eka Hospital Group menegaskan segala informasi yang bukan berasal dari perusahaan tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

" Demikian dan imbauan ini dibuat agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat," kata dia.

Manajemen Eka Hospital

Sebelumnya ramai beredar Eka Hospital Cibubur tengah menangani satu pasien terduga gejala virus Corona Wuhan. Pasien tersebut ditangani sejak 26 Januari 2020.

" Pasien masih menjalani pemeriksaan intensif di ruang isolasi rumah sakit," kata Director of Corporate Customer Relation Eka Hospital, James Carlos.

 

2 dari 5 halaman

Pasien Telah Diuji

Dilaporkan Liputan6.com, Tim Eka Hospital segera menangani pasien tersebut sesuai standar operasional prosedur (SOP). Dia mengatakan, pihak rumah sakit juga berkoodinasi dengan dinas kesehatan guna penanganan yang lebih komprehensif.

Eka Hospital juga sudah mengirimkan contoh darah pasien tersebut ke Puslitbang Kementerian Kesehatan dengan hasil lab yang akan dirilis hari ini.

" Sudah kami kirim sampelnya hasilnya kami rilis hari ini rencana pukul 11.00 WIB," kata dia.

Sebagai informasi, James menambahkan, kondisi pasien dalam kondisi stabil dan masih dirawat dalam ruang isolasi dalam pemantauan tim dokter spesialis.

" Setelah hasil didapatkan, tindakan penanganan lebih lanjut terhadap pasien akan dilakukan dengan segera," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Pria Misterius Tinggalkan 500 Masker Dekat Pusat Wabah Corona Wuhan

Dream - Tak semua pahlawan memakai jubah. Peribahasa itu ingin menggambarkan banyaknya `pahlawan` yang memiliki latar belakang manusia biasa.

Kondisi inilah yang terjadi di China beberapa hari terakhir. Ada banyak `pahlawan` yang merelakan tenaga dan keselamatannya demi membantu orang lain.

Seorang pria yang tak diketahui namanya, meninggalkan sebanyak 500 masker untuk menghadang penyebaran virus Corona Wuhan. Dia meninggalkan kotak masker tersebut di resepsionis.

Si pemberi masker pergi begitu saja (Foto: CGTN)

Si pemberi masker pergi begitu saja (Foto: CGTN)

Usai meninggalkan kotak masker itu, dia bergegas pergi dari kantor polisi. Seorang polisi yang awalnya curiga mengejarnya.

Tapi, si lelaki terus berlari dan meninggalkan kantor polisi. Dua orang polisi yang berjaga kemudian memberikan hormat kepadanya.

4 dari 5 halaman

Tak Diketahui

Dilaporkan CGTV, aksi lelaki yang terekam kamera keamanan ini terjadi di sebuah kantor polisi di timur China, kota Liu'an, Provinsi Anhui. Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 2020.

Provinsi Anhui disebut berbatasan langsung dengan Provinsi Hubei. Pusat kota Hubei, Wuhan, diduga menjadi awal mula penyebaran virus 2019-nCoV.

Berdasarkan data terbaru, Rabu, 29 Januari 2020 pukul 17.20 WIB, sebanyak 132 orang menjadi korban virus Corona Wuhan. Sementara itu, 6.057 orang dilaporkan terinfeksi.

China masih menjadi wilayah terbesar pengidap virus ini. Sebanyak 5.970 orang dilaporkan terinfeksi.

5 dari 5 halaman

Perawat Borong 5.800 Masker Penangkal Virus Corona, Koper Travel Sampai Tak Muat

Dream - Wabah virus coronan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai darurat kesehatan global memicu kepedulian masyarakan dunia. Donasi dan bantuan datang dari berbagai negara. 

Sumbangan yang diberikan tersebut datang dalam beragam bentuk dan cara yang berbeda. Salah satunya dilakukan seorang pekerja rumah sakit yang menunjukan rasa kemanusiannya terhadap para korban. 

Menurut Shanghaiist, Chen, seorang pekerja rumah sakit di Sichuan semula akan pergi ke Nepal untuk berlibur sebelum wabah virus corona menjadi serius.

Ketika virus mulai menyebar dengan cepat, rekan kerja memberitahunya bahwa mereka khawatir akan kekurangan masker.

Chen kemudian mengambil inisiatif untuk membantu situasi tersebut. Dia memutuskan untuk menunda liburannya.

Dia memutuskan pergi ke apotek lokal di dekat hotelnya dan memborong semua masker yang berjumlah 5.800 lembar.

Ribuan masker yang dibeli itu membuat koper Chen sampai tidak muat menampungnya. Namun Chen tidak kehilangan akal.

Dia mengeluarkan beberapa pakaian dan memasukkan empat plastik penuh masker ke dalamnya.

Masker berjumlah ribuan itu rencananya akan dibagikan kepada penduduk Sichuan sebagai antisipasi menghindari tertular virus corona.

(sah, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar