Detik-detik Penangkapan Djoko Tjandra, Kapolri: Dia Licik, Kerap Pindah Tempat

Reporter : Amrikh Palupi
Jumat, 31 Juli 2020 18:18
Detik-detik Penangkapan Djoko Tjandra, Kapolri: Dia Licik, Kerap Pindah Tempat
Begini proses penangkapan Djoko Tjandra.

Dream - Bareskrim Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis 30 Juli 2020 malam. Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut penangkapan Djoko Tjandra merupakan komitmen Polri dalam menegakkan hukum.

" Penangkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri membantu pemerintah menangkap sejumlah buronan kakap," ujar Idham Azis dikuip Dream dari liputan6..com, Jumat 31 Juli 2020.

Idham bercerita bagaimana proses penangkapan Djoko Tjandra. Menurut dia, dua pekan lalu Presiden Joko Widodo atau Jokowi memerintahkannya mencari sekaligus menangkap Djoko Tjandra. Idham kemudian membuat tim untuk memburu Djoko Tjandra.

 Kapolri Jenderal Idham Azis. (Istimewa)© Kapolri Jenderal Idham Azis. (Istimewa)

" Perintah itu kemudian kami laksanakan. Kita bentuk tim kecil karena infonya yang bersangkutan berada di Malaysia," kata Idham.

Setelah tim terbentuk, pihaknya langsung mengirimkan surat kepada kepolisian Malaysia. Surat tersebut berisi permintaan kerja sama police to police untuk menangkap Djoko Tjandra yang terdeteksi di Kuala Lumpur.

Proses kerja sama tim membuahkan hasil hingga akhirnya keberadaan Djoko Tjandra diketahui. Kemudian pada hari Kamis 30 Juli 2020, Kepala Bareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo berangkat ke Malaysia untuk memimpin proses penangkapan. Turut mendampingi Kadiv Propam Polri Irjen Sigit.

" Djoko Tjandra ini memang licik dan sangat pandai. Dia kerap berpindah-pindah tempat. Tapi, alhamdulillah berkat kesabaran dan kerja keras tim, Djoko Tjandra berhasil diamankan," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Menurut Idham, penangkapan Djoko Tjandra merupakan komitmen Polri untuk menjawab keraguan publik bahwa Polri bisa menangkap yang bersangkutan.

1 dari 3 halaman

Proses Hukum Djoko Tjandra Terbuka dan Transparan

Dia mengatakan proses hukum Djoko Tjandra terbuka dan transparan. Idham memastikan, siapa pun yang terlibat dalam pelarian Djoko akan dijerat proses hukum.

" Sekali lagi, ini bentuk komitmen kami. Kami akan transparan, objektif, untuk usut tuntas apa yang terjadi," kata dia.

Idham mengatakan, Djoko Tjandra akan menjalani proses hukum di kepolisian. Meski Djoko dieksekusi untuk menjalani hukumannya sesuai putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah. Oleh sebab itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung.

" Proses untuk Djoko Tjandra sendiri, tentunya ada proses di Kejaksaan yang tentunya akan ditindaklanjuti. Kami juga akan berkoordinasi dengan KPK," kata Idham.

Sumber : liputan6.com

2 dari 3 halaman

Terbitkan Surat Jalan untuk Djoko Tjandra, Brigjen Prasetyo Dicopot

Dream - Kapolri Jenderal Idham Aziz mencopot Brigjen Prasetyo Utomo dari jabatan Kepada Biro Koordinasi dan Pengawasan. Prasetyo diduga menerbitkan surat jalan untuk buronan kasus skandal Bank Bali, Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, jenderal bintang satu tersebut dimutasi ke Yanma Polri. Mutasi itu dijalankan dalam rangka pemeriksaan.

" Komitmen Bapak Kapolri jelas, jika dalam pemeriksaan terbukti bersalah, akan dicopot dari jabatannya," ujar Argo dalam siaran Instagram.

Argo mengatakan pemeriksaan terhadap Prasetyo belum selesai dijalankan. Sedangkan terhitung mulai Rabu, 15 Juli 2020, Prasetyo ditempatkan dalam tempat khusus selama 14 hari ke depan.

" Jadi ada tempat di Provos khusus untuk anggota dan sudah disiapkan. Mulai malam ini," kata Argo.

3 dari 3 halaman

Ada Pihak Lain Terlibat

Argo mengatakan, dalam kasus surat jalan Djoko Tjandra, Prasetyo berinisiatif sendiri menandatangi surat tersebut. Juga tidak melaporkan tindakannya kepada pimpinan.

" Juga tidak ada kaitanya antara kasus Djoko Tjandra dengan jabatan BJPU (Brigjen Prasetyo)," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, kata Argo, Propam menyatakan Prasetyo telah melakukan pelanggaran kode etik anggota Polri juga peraturan disiplin anggota Polri.

Penyidik Propam, ucap Argo, tengah mendalami kemungkinan ada tidaknya pihak lain yang terlibat. Jika ada yang terlibat maka akan turut diproses.

Beri Komentar