Nama Liputan6.com Dicatut untuk Sebarkan Hoaks, Pembuat Berita Minta Maaf

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 15 April 2019 19:54
Nama Liputan6.com Dicatut untuk Sebarkan Hoaks, Pembuat Berita Minta Maaf
Pimred Harian Rakyat Kalbar meminta maaf karena menulis ulang kabar bohong itu.

Dream - Berita pemungutan suara di luar negeri yang diberitakan Liputan6.com menjadi bahan orang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan hoaks. Kabar palsu yang muncul memuat hasil pemungutan suara di luar negeri, informasi yang sebetulnya tak disertakan di berita Liputan6.com.

Hoaks itu diedarkan, dengan modus mengarang sendiri hasil penghitungan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menyelipkan link Liputan6.com. Hoaks kemudian disebarkan ke khayalak ramai.

Pembaca yang teliti tentu akan mengklik link Liputan6.com yang ditautkan itu, dan mendapati bahwa isi berita Liputan6.com itu sama sekali tidak menulis soal hasil perhitungan suara.
Sementara pembaca yang tidak mengklik link itu mungkin akan percaya bahwa penghitungan suara itu memang bersumber dari Liputan6.com.

Redaksi Liputan6.com langsung bertindak cepat ketika muncul informasi melalui aplikasi chat yang mencatut nama Liputan6.com ini.

Wakil Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati mengecam penyalahgunaan artikel tersebut untuk menyebarkan hoaks.

" Liputan6.com sebagai media yang selalu menjaga kepercayaan publik akan berkomitmen menulis berita sesuai fakta dan ikut serta melawan hoaks yang makin marak," kata Irna.

1 dari 2 halaman

Permintaan Maaf

Tapi, pada 14 April 2019, kembali beredar lagi capture atas nama Harian Rakyat Kalbar, memuat hoaks hasil penghitungan suara itu dan menulis Liputan6.com sebagai sumber datanya.

Padahal empat hari sebelumnya, 10 April 2019, Liputan6.com lewat berita dan postingan berbagai akun media sosial sudah membantah dan menegaskan nama Liputan6.com dicatut.

Pencatutan yang dibuat itu berujung dengan permintaan maaf Pemimpin Redaksi Harian Rakyat Kalbar, Mohamad Iqbal.

" Mohon maaf atas kesalahan yang terjadi," kata Iqbal lewat pesan singkat, seraya berjanji akan memuat ralat di media mereka atas berita hoaks yang mencatut Liputan6.com itu.

Permohonan maaf juga mereka sampaikan lewat surat yang dikirimkan kepada Liputan6.com pada Senin petang, 15 April 2019.  “ Bersama ini kami memohon maaf kepada Legal Manager Kapanlagi Youniverse (KLY) beserta jajaran atas pemberitaan tersebut. Kami mengakui bahwa berita tersebut tanpa konfirmasi kepada pihak Liputan6.com dan ini merupakan kelalaian kami,” ujar dia.

2 dari 2 halaman

Semoga Jadi Pelajaran Berharga

Content Director Kapan Lagi Youniverse (KLY) Wenseslaus Manggut, menyayangkan media yang langsung mengutip artikel tanpa mengecek lagi akurasinya.

" Kami tentu menyesalkan media yang mengutip data hoaks itu dan menyebarkannya ke publik. Dan agar publik tidak percaya dengan berita hoaks ini, teman-teman di Koran Rakyat Kalbar perlu meralat dan secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada kami di media mereka. Dan semoga ini menjadi pelajaran berharga,” ujar Wenseslaus

Liputan6.com senantiasa menjunjung tinggi cara-cara kerja jurnalistik yang baik, memuliakan fakta, dan berkomitmen memerangi hoaks, yang berpotensi menganggu ketenangan kita bersama.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Dewan Pers dan masuk dalam Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.  “ Tentu saja kami berkewajiban menghargai dan memelihara kehormatan itu. Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat,” kata Wenseslaus.(Sah)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-