Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Peneliti Unair Temukan 5 Kombinasi Obat yang Efektif Lawan Corona, Ini Daftarnya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 13 Juni 2020 17:43
Peneliti Unair Temukan 5 Kombinasi Obat yang Efektif Lawan Corona, Ini Daftarnya
Ada lima kombinasi regimen obat yang berasal dari obat-obatan di pasaran.

Dream - Tim peneliti Universitas Airlangga menemukan kombinasi obat-obatan yang berpotensi mempercepat pengobatan Covid-19. Obat-obatan tersebut sudah beredar di masyarakat dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19.

Setidaknya ada lima kombinasi regimen obat yang berasal dari obat-obatan di pasaran. Namun, kombinasi ini belum diperjualbelikan kepada publik.

" Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara,” kata Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Purwati, dikutip dari laman unair.ac.id, Sabtu 13 Juni 2020.

Penemuan kombinasi itu diumumkan di Jakarta pada Jumat 12 Juni 2020. Berikut lima kombinasi obat yang diyakini ampuh menyembuhkan pasien Covid-19:

  1. Lopinavir/ritonavir dengan azithromicyne
  2. Lopinavir/ritonavir dengan doxycyline
  3. Lopinavir/ritonavir dengan chlaritromycine
  4. Hydroxychloroquine dengan azithromicyne
  5. Hydroxychloroquine dengan doxycycline

1 dari 2 halaman

Kombinasi regimen obat tersebut diyakini punya potensi dan efektifitasnya cukup bagus untuk membunuh virus.

Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal.

" Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan," tutur Purwati.

2 dari 2 halaman

Potensi Stem Cell

Selain regimen kombinasi obat, sejumlah peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Purwati juga menemukan dua formula, Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.

" Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut," tutur Purwati.

Kedua metode pengobatan itu diklaim berpotensi dan efektifitas cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Menurut Purwati, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.

Beri Komentar