Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Tim peneliti Universitas Airlangga menemukan kombinasi obat-obatan yang berpotensi mempercepat pengobatan Covid-19. Obat-obatan tersebut sudah beredar di masyarakat dan berpotensi menjadi obat bagi pasien Covid-19.
Setidaknya ada lima kombinasi regimen obat yang berasal dari obat-obatan di pasaran. Namun, kombinasi ini belum diperjualbelikan kepada publik.
" Belum diperjualbelikan. Ini kolaborasi antara UNAIR, BNPB, dan juga Badan Intelijen Negara,” kata Ketua Pusat Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Universitas Airlangga, Purwati, dikutip dari laman unair.ac.id, Sabtu 13 Juni 2020.
Penemuan kombinasi itu diumumkan di Jakarta pada Jumat 12 Juni 2020. Berikut lima kombinasi obat yang diyakini ampuh menyembuhkan pasien Covid-19:
Kombinasi regimen obat tersebut diyakini punya potensi dan efektifitasnya cukup bagus untuk membunuh virus.
Dosis masing-masing obat dalam kombinasi tersebut yaitu 1/5 dan 1/3 lebih kecil dibandingkan dosis tunggalnya sehingga mengurangi efek toksik dari obat tersebut bila diberikan sebagai obat tunggal.
" Kini sudah ada ratusan obat yang sudah diproduksi dan akan disebarkan kepada rumah sakit yang membutuhkan," tutur Purwati.
Selain regimen kombinasi obat, sejumlah peneliti Unair menemukan potensi dalam penelitian stem cell. Purwati juga menemukan dua formula, Haematopotic Stem Cells (HSCs) dan Natural Killer (NK) cells.
" Dari hasil uji tantang HSCs ditemukan bahwa setelah 24 jam virus SARS CoV2 isolat Indonesia sudah dapat dieliminasi oleh stem cells tersebut. Sedangkan hasil uji tantang NK cells terhadap virus, setelah 72 jam didapatkan sebagian virus dapat diinaktivasi oleh NK cells tersebut," tutur Purwati.
Kedua metode pengobatan itu diklaim berpotensi dan efektifitas cukup bagus sebagai pencegahan maupun pengobatan SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Menurut Purwati, kedua pengobatan alternatif itu bisa menjadi rekomendasi bagi para dokter, industri obat dan masyarakat dalam menangani Covid-19 secara cepat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya