Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi New Normal, Social Distancing, Physical Distancing (Foto: Shutterstock)
Dream - Empat orang pasien positif Covid-19 yang sempat dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Bontang, Kalimantan Timur, dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.
Kepulangan empat pasien tersebut menjadi tanda kini Kota Bontang tidak lagi punya kasus terkonfirmasi Covid-19.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniani, begitu gembira dengan fakta terebut. Dia pun berharap tidak ada lagi kasus positif Covid-19 di wilayahnya.
" Saya umumkan hari ini Kota Bontang zero kasus Covid-19, semoga ini menjadi kabar baik untuk kita semua," ujar Neni, dikutip dari Merdeka.com.
Neni mengatakan empat pasien tersebut merupakan kasus positif Covid-19 terakhir di Kota Bontang. Tiga pasien sempat dirawat di RSUD Taman Husada Bontang sementara satu dirawat di rumah sakit swasta.
Para pasien tersebut sudah dua kali menjalani tes swab dan hasilnya negatif. Sehingga, mereka diizinkan pulang.
Selanjutnya, Neni mengatakan meski kasus positif sudah tidak ada, status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bontang belum dicabut. Ini mengingat pandemi belum berakhir sehingga potensi penularan masih ada.
" KLB bisa dicabut jika dalam 28 hari ke depan tidak ada penambahan kasus baru," kata dia.
Saat ini, masih ada 17 spesimen yang menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium. Dia berharap spesimen tersebut hasilnya negatif.
Meski sudah nol kasus baru, Pemkot Bontang tetap melakukan pengetatan aktivitas masyarakat. Pintu masuk Kota Bontang dibuat satu jalur sehingga pemeriksaan dapat dijalankan secara efektif.
Neni menyayangkan tren pelaporan masyarakat usai berperjalanan menurun. Sementara di sisi lain, tren pelaku perjalanan justru meningkat.
" Kita berharap warga tetap melapor dan tetap melakukan protokol mandiri di rumah 14 hari," kata Neni.
Sejauh ini, Pemkot Bontang telah menggelar 7.156 rapid test. Hasilnya, 234 orang reaktif dan dilanjut ke tes swab dan 6.912 non-reaktif.
" Sosialisasi persiapan new normal terus kita lakukan termasuk ke beberapa perusahaan agar protokol kesehatan benar-benar dijalankaan," ucap Neni.
Masyarakat tetap diminta untuk berada di rumah jika tidak ada keperluan yang sifatnya mendesak. Selain itu, relawan tingkat RT terus bersiaga untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya penularan Covid-19.
" Kita juga mengantisipasi gelombang kedua dengan mengerahkan sumber daya yang ada, termasuk kembali melaksanakan penyemprotan disinfektan massal," kata dia.
Sumber: Merdeka.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya