Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Kasus penembakan di tempat umum kembali terjadi. Tiga orang terbunuh dan lima lainnya mengalami luka-luka akibat penembakan di sebuah trem di Utrecht, Belanda, Senin, 18 Maret 2019.
Beberapa jam setelah penembakan terjadi, pelaku teridentifikasi kepolisian. Pelaku penembakan merupakan pria Turki bernama Gokmen Tanis.
Gokmen ditangkap melalui penyerbuan di sebuah bangunan, sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Dilaporkan BBC, pihak berwenang mengatakan motif penyerang tidak jelas.
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Belanda dan menyampaikan belasungkawa atas penembakan yang terjadi.
" Sekali lagi, Indonesia mengutuk aksi kekerasan. Saya yakin pelaku akan segera ditangkap dan diadili," ujar Retno dalam cuitannya.
Just communicated with Foreign Minister Stef Blok of Netherlands and conveyed deepest condolences and sympathies on the shooting that took place in Utrecht earlier today.(18/03)
— Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (@Menlu_RI)March 18, 2019
Retno mengajak semua orang bersatu dan menyebarkan nilai-nilai toleransi, menghormati, dan membawa kedamaian bagi umat manusia.
Menanggapi peristiwa ini, KBRI Den Haag juga telah mengeluarkan imbauan bagi warga Indonesia yang berdomisili di Belanda.
Para WNI yang berada di Belanda diminta senantiasa waspada dan memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tempat tinggal atau bekerja.
— KBRI Den Haag (@kbridenhaag)March 18, 2019
WNI juga diminta menghindari kerumunan massa dan daerah-daerah yang menjadi konsentrasi kegiatan massa.
" Apabila tidak terdapat kepentingan, dimohon agar tidak meninggalkan rumah. Tetap mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi aparat setempat," tulis KBRI Den Haag. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya