KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Ruang Kerja Menteri Agama

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Senin, 18 Maret 2019 19:56
KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Ruang Kerja Menteri Agama
KPK menggeledah ruang kerja Lukman Hakim Saifuddin terkait kasus suap mantan Ketum PPP, Romahurmuziy.

Dream - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan, penyidik menyita sejumlah uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat dari ruang kerja Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

" Kami temukan juga dari ruangan Menteri Agama, termasuk juga disita dari ruangan Menteri Agama sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan dolar dengan nilai seratusan juta rupiah," ujar Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin 18 Maret 2019.

Febri mengaku belum mengetahui secara pasti apakah uang tersebut terkait atau tidak dengan kasus suap pengisian jabatan yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy.

" Saya belum mendapatkan informasi yang lebih teknis terkait dengan hal itu, yang bisa kami sampaikan tentu update dari proses penggeledahan yang dilakukan hari ini," ucap dia.

Selain ruang kerja Lukman Hakim, penyidik juga turut menggeledah ruang Sekjen Kemenag dan ruang Kelola Biro Kepegawaian.

Selain uang, sejumlah dokumen terkait proses seleksi kepegawaian juga turut disita oleh penyidik. " Detailnya tentu akan di-update lebih lanjut," kata Febri.

1 dari 4 halaman

KPK Geledah Ruang Kerja Menteri Agama

Dream - Setelah menyegel ruang Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menggeledah ruang kerja Lukman di kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

" Siang ini, dalam rangka penyidikan, tim disebar di Kantor Kementerian Agama dan Kantor PPP," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 18 Maret 2019.

 Pintu Kantor Menteri Agama disegel

Pintu Kantor Menteri Agama disegel (Foto: Istimewa)

Febri mengatakan, proses penggeledahan itu saat ini masih berlangsung oleh penyidik KPK guna mendapat petunjuk terkait kasus suap yang menjerat mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, Kakanwil Kemenag Jawa Timur dan Kakanwil Kemenag Gresik.

" Kami percaya pihak-pihak di lokasi akan kooperatif dan mendukung proses ini," ucap dia.

Febri menjelaskan, penggeledahan itu bertujuan untuk mencari barang bukti terkait dugaan kasus suap pengisian jabatan di Kemenag.

" Karena diduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara di lokasi-lokasi tersebut," kata dia.

2 dari 4 halaman

Ditangkap KPK, Romahurmuziy Merasa Dijebak

Dream – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, sebagai tersangka kasus jual beli jabatan. Pria yang akrab dipanggil Romi ini merasa dijebak.

“ Saya merasa dijebak,” kata dia ketika keluar dari gedung KPK, Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 16 Maret 2019.

Romi juga memberikan surat terbuka untuk Indonesia dengan tulisan tangannya. Surat ini berisi tujuh poin. Dalam poin kedua, dia merasa dijebak dengan sebuah tindakan di suatu hotel.

Namun, pertemuannya justru menjadi petaka.

 

3 dari 4 halaman

Uang Ratusan Juta Disita Saat KPK Tangkap Romahurmuziy

Dream - Ketua PPP Romahurmuziy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat, 15 Maret 2019 kemari. Hari ini, KPK membuka kasus yang menjerat petinggi partai partai berlambang Ka'bah tersebut.

Romahurmuziy atau kerap disapa Rommy, ditetapkan sebagai tersangka kasus suap jabatan di Kementerian Agama.

" KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan tiga orang jadi tersangka," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief dalam jumpa pers di KPK, Sabtu, 16 Maret 2019.

Selain Romahurmuziy, KPK juga menetapkan dua orang lainnya yaitu Kepala Kantor Kemenag Gresik MFQ dan Kepala Kanwil Kementerian Agama, Jawa Timur HRS.

Laode mengatakan, sebagai pihak penerima suap, Romahurmuziy dan kawan-kawan atau pihak dari Kemenag disangka melanggar Pasal 1 huruf a atau b Pasal 11 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

4 dari 4 halaman

Uang Senilai Ratusan Juta untuk Fee Jabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang ratusan juta dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).

Uang tersebut diduga bagian dari suap atau fee terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

" Seratusan juta yang diamankan di lokasi dalam bentuk mata uang rupiah," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Sabtu (16/3/2019).

Juru bicara KPK, Febridiansyah, menyebut OTT terhadap Romahurmuziy terkait pengisian jabatan di kantor wilayah Kementerian Agama di daerah atau pusat.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal