Data Black Box: Jatuhnya Ethiopian Airlines Mirip Lion Air JT610

Reporter : Eko Huda S
Senin, 18 Maret 2019 19:01
Data Black Box: Jatuhnya Ethiopian Airlines Mirip Lion Air JT610
Pesawat itu naik dan turun, lalu naik lagi. Kecepatan pesawat saat takeoff juga tidak normal. Lebih cepat dari seharusnya.

Dream - Laporan penyelidikan sementara jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret mendapat temuan mengejutkan. Kecelakaan itu mirip dengan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober tahun lalu.

" Selama investigasi FDR [Flight Data Recorder], kesamaan yang jelas dicatat antara Ethiopian Airlines Penerbangan 302 dan Lion Air Flight 610 di Indonesia, yang akan menjadi subjek penyelidikan lebih lanjut," kata Menteri Transportasi Ethiopia, Dagmawit Moges, dikutip dari The Wahsington Post, Senin 18 Maret 2019.

Menurut Dagmawit, kotak hitam, baik FDR maupun Cockpit Voice Recorder atau CVR, pesawat Ethiopian Airlines dalam kondisi baik. Kedua rekaman itu memberi data yang cukup untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan 157 orang tersebut.

Dagwamit menambahkan, Badan Investigasi Kecelakaan di kementeriannya akan mengumumkan hasil laporan awal penyebab kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan 302 itu pada 30 hari mendatang.

Data awal penerbangan Ethiopian Airlines serta informasi satelit menunjukkan jalur penerbangan yang tidak menentu selama enam menit sebelum jatuh di dekat Addis Ababa.

Pesawat tujuan Nairobi, Kenya, itu naik dan turun lalu naik lagi. Kecepatan pesawat saat takeoff juga tidak normal. Lebih cepat dari seharusnya.

Menurut laporan sementara itu, ada cukup banyak kemiripan jatuhnya pesawat itu dengan jet Boeing 737 Max-8 Lion Air di Indonesia pada Oktober lalu.

Dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memang menemukan adanya masalah sensor Angle of Attack (AoA) pada JT610. Ada perbedaan 20 derajat antara AoA kanan dan kiri.

Data kotak hitam juga menunjukkan pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang itu terbang dengan kondisi hidung pesawat naik turun hingga Digital FDR ebrhenti merekam data.

Baca selengkapnya: Sebelum Lion Air JT610 Jatuh, Hidung Pesawat Naik Turun

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting