Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Jatuhnya Pesawat Ethiopian Airlines Diduga Mirip Kecelakaan Yang Dialami Lion Air JT-610 (Foto: Shutterstock)
Dream - Laporan penyelidikan sementara jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret mendapat temuan mengejutkan. Kecelakaan itu mirip dengan pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di Laut Jawa pada 29 Oktober tahun lalu.
" Selama investigasi FDR [Flight Data Recorder], kesamaan yang jelas dicatat antara Ethiopian Airlines Penerbangan 302 dan Lion Air Flight 610 di Indonesia, yang akan menjadi subjek penyelidikan lebih lanjut," kata Menteri Transportasi Ethiopia, Dagmawit Moges, dikutip dari The Wahsington Post, Senin 18 Maret 2019.
Menurut Dagmawit, kotak hitam, baik FDR maupun Cockpit Voice Recorder atau CVR, pesawat Ethiopian Airlines dalam kondisi baik. Kedua rekaman itu memberi data yang cukup untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang menewaskan 157 orang tersebut.
Dagwamit menambahkan, Badan Investigasi Kecelakaan di kementeriannya akan mengumumkan hasil laporan awal penyebab kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan 302 itu pada 30 hari mendatang.
Data awal penerbangan Ethiopian Airlines serta informasi satelit menunjukkan jalur penerbangan yang tidak menentu selama enam menit sebelum jatuh di dekat Addis Ababa.
Pesawat tujuan Nairobi, Kenya, itu naik dan turun lalu naik lagi. Kecepatan pesawat saat takeoff juga tidak normal. Lebih cepat dari seharusnya.
Menurut laporan sementara itu, ada cukup banyak kemiripan jatuhnya pesawat itu dengan jet Boeing 737 Max-8 Lion Air di Indonesia pada Oktober lalu.
Dalam penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memang menemukan adanya masalah sensor Angle of Attack (AoA) pada JT610. Ada perbedaan 20 derajat antara AoA kanan dan kiri.
Data kotak hitam juga menunjukkan pesawat yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Pangkalpinang itu terbang dengan kondisi hidung pesawat naik turun hingga Digital FDR ebrhenti merekam data.
Baca selengkapnya: Sebelum Lion Air JT610 Jatuh, Hidung Pesawat Naik Turun
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes