Pengacara Empat Parpol Kawal Ahok

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 22 November 2016 12:08
Pengacara Empat Parpol Kawal Ahok
Hari ini Ahok menjalani pemeriksaan kasus dugaan penistaan agama di Mabes Polri.

Dream - Tersangka kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memenuhi panggilan Bareskrim Polri. Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu menjalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka.

Ahok hadir di Mabes Polri sekitar pukul 08.55 WIB, menggunakan kemeja batik lengan panjang berwarna cokelat. Dia didampingi beberapa pengacara yang merupakan utusan empat partai politik pendukung.

Saat tiba di Mabes Polri, Ahok enggan memberikan komentar apapun. Dia segera menuju ruang pemeriksaan. " Entar aja, entar aja," kata Ahok di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 22 November 2016.

Juru Bicara tim sukses Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, membenarkan Ahok didampingi tim pengacara dari empat partai politik pendukung. " Nanti Pak Ahok didampingi tim kuasa hukum, dan diwakili empat partai pendukung dan dari partai PPP Djan Farid," ucap Ruhut.

Kemudian, Ruhut menuturkan Ahok akan bersikap kooperatif dalam menjalankan pemeriksaan. Ruhut pun menjamin pihaknya menghormati penetapan Ahok sebagai tersangka oleh Bareskrim.

" Ahok sangat kooperatif dan tidak menghilangkan barang bukti dan tidak akan melarikan diri. Ahok sebagai tersangka di Indonesia adalah hukum, dan kami hormati Kapolri dan Kabareskrim," ujar Ruhut.

1 dari 2 halaman

Sejumlah Saksi Akan Didatangkan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Kombes Pol Rikwanto, mengatakan, penyidik berencana memanggil sejumlah saksi. Pemanggilan dilakukan usai pemeriksaan Ahok.

" Ya hari ini pak Ahok dipanggil untuk diperiksa sengaja tersangka. Setelah selesai, akan ada lagi pemanggilan saksi," kata Rikwanto di Mabes Polri.

Rikwanto mengatakan para saksi yang akan dipanggil memiliki kapasitas yang tidak berbeda dengan saksi gelar perkara. Mereka adalah ahli pidana, ahli agama, dan ahli bahasa, serta beberapa saksi yang ada di lokasi.

" Saksinya masih sama, dalam kaitan ahli agama, ahli bahasa, ahli pidana. Kemudian saksi-saksi arahan Pak Ahok waktu di Pulau Seribu, pemeriksaan ini diarahkan dalam penyidikan dan kaitannya Ahok sebagai tersangka," ucap dia.

Rikwanto mengatakan, semua saksi yang akan dipanggil bersikap kooperatif dan siap untuk dimintai keterangan.

" Ada yang memang dipanggil dengan ketentuan, ada yang memang kooperatif, kapan saya diperiksa atau anda mau diperiksa kapan, nanti kita jemput bola. Intinya adalah untuk mempercepat penyidikan," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Surat Cekal Sudah Dikirim ke Imigrasi

Rikwanto menambahkan, penyidik telah mengirimkan surat pencegahan Ahok ke Ditjen Keimigrasian. Surat tersebut dikirim beberapa hari setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka.

" Sudah sejak dinyatakan (tersangka), itu dua hari kemudian dikirim ke imigrasi surat cegahnya," kata Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 22 November 2016.

Sebelumnya, dalam konferensi pers, Kapolri menyatakan Ahok tidak perlu ditahan dengan alasan menunjukkan sikap kooperatif saat diperiksa. Tetapi, dengan jabatannya sebagai gubernur, Ahok berpotensi bepergian ke luar negeri.

Atas dasar itu, Polri menetapkan Ahok harus dicekal.

Beri Komentar