Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Antara
Dream - Penyidik Polda Bali terus melakukan pendalaman terhadap kasus pembunuhan Angeline. Siang ini, penyidik akan mengkonfrontir keterangan beberapa pihak yang telah diambil dan dituangkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan).
" Hari ini jam 13.00 WITA, agendanya adalah konfrontir antara keterangan Margriet, Agus dan Susiani," kata pendamping hukum dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah saat dihubungi, Sabtu 4 Juli 2015.
Mereka yang akan dikonfrontir adalah Margriet, Agus dan Susiani. Susiani merupakan saksi yang baru diambil keterangannya oleh Polda Bali.
Ia pernah tinggal sekira 3 tahun lamanya di kos-kosan dalam lingkungan rumah Margriet. Susiani merupakan istri Rahmat Handono yang juga menjadi saksi dalam kasus pembunuhan Angeline dan penelantaran anak yang menjerat Margriet.
Menurut Siti Sapurah, konfrontir keterangan itu diperlukan penyidik lantaran Margriet selalu membantah keterangan Agus dan Susiani. " Margriet tidak pernah mengakui keterangan yang disampaikan keduanya," kata Ipung.
Salah satu keterangan yang dibantah adalah mengenai aksi kekerasan yang dilakukan Margriet kepada Angeline pada 16 Mei lalu, di mana bocah malang itu mengembuskan nafas terakhir.
" Tanggal 16 pagi, Agus sama Susiani ngobrol. Mereka berdua melihat Margriet menampar Angeline. Keterangan itu dibantah oleh Margriet," kata perempuan yang akrab disapa Ipung itu.
(Laporan: Berry Putra)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya