Pengakuan Pilu Gadis Tawanan ISIS: Diperkosa Setiap Hari

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 27 Juli 2017 11:05
Pengakuan Pilu Gadis Tawanan ISIS: Diperkosa Setiap Hari
"Pria itu sangat jelek, seperti binatang buas, dengan rambutnya yang panjang. Baunya sangat menjijikkan."

Dream - Pada 2014, Ekhlas menjadi satu dari sekian banyak anak dan wanita yang ditawan kelompok teroris ISIS. Dia ditangkap saat ISIS menyerang Yazidi, kelompok etnis Kurdi di Irak utara.

Waktu itu, Ekhlas adalah gadis berusia 14 tahun. Menurut Ekhlas, seluruh wanita dan anak-anak Yazidi ditangkap, Sedangkan kaum pria dibunuh. 

Menurut sebuah laporan di BBC, Ekhlas tertangkap saat mencoba melarikan diri ke Gunung Sinjar. Laporan tersebut menambahkan Ekhlas adalah satu dari 150 gadis yang dijadikan budak seks.

Ekhlas pun merasakan bagaimana tidak enaknya hidup sebagai tawanan. Lebih parahnya, Ekhlas diperkosa setiap hari selama enam bulan.

" Pria itu sangat jelek, seperti binatang buas, dengan rambutnya yang panjang. Baunya sangat menjijikkan. Saya sangat ketakutan sehingga saya tidak bisa melihatnya," katanya kepada BBC.

Wanita ini pun sempat memutuskan akan bunuh diri, namun tidak bisa. Beruntung, Ekhlas berhasil melarikan diri saat pemerkosanya bertempur menghadapi gempuran pasukan pemerintah Irak.

Setelah ISIS pergi, Ekhlas kemudian dikirim ke sebuah kamp pengungsian.

Sekarang Ekhlas berada di sebuah rumah sakit jiwa di Jerman. Dia mendapatkan pendidikan dan menjalani terapi pemulihan kejiwaan.

Menurut laporan tersebut, Ekhlas ingin menjadi pengacara saat dia dewasa.

(Sumber: alarabiya.net)

1 dari 3 halaman

ISIS Ancam Potong Lidah Siapa Saja yang Mengucapkan Kata Ini

Dream - Selama ini, kita sering mendengar para pemimpin dunia berbicara tentang ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS.

Namun sejak serangan teror yang menghancurkan Paris pada hari Jumat pekan lalu, kita juga mendengar sebuah kata lain yang berkaitan dengan ISIS yang diucapkan berulang-ulang.

Ketika Presiden Perancis Francois Hollande menyampaikan pidato berkabung menyusul peristiwa tragis itu, ia mengatakan serangan itu " dilancarkan oleh tentara teroris, jihadis, oleh Daesh, melawan Prancis."

Kelompok hacker Anonymous juga menggunakan istilah 'Daesh' ketika bersumpah untuk 'menyerang' ISIS lewat sebuah tweet yang diunggah kemarin.

Banyak dari kita mungkin tidak pernah mendengar istilah 'Daesh' sebelumnya. Tetapi dengan meningkatnya serangan dan ancaman dari ISIS, kita mungkin akan sering mendengar kata Daesh tersebut.

Daesh sebenarnya merupakan singkatan untuk frasa Bahasa Arab al-Dawla al-Islamiya al-Iraq al-Sham atau Islamic State of Iraq and Syria.

Pada dasarnya, itu kata lain untuk ISIS - tapi rupanya kata Daesh itu sangat dibenci oleh kelompok teroris tersebut.

Mengapa? Karena kata Daesh mirip bunyinya dengan kata Arab 'Daes', yang berarti 'orang yang menginjak sesuatu di bawah kaki' dan 'Dahes' yang diterjemahkan sebagai 'orang yang menabur perselisihan'.

Pada Januari lalu, Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengumumkan bahwa ia akan mulai mengacu kelompok teroris itu dengan nama Daesh.

" Daesh sangat benci dengan istilah itu, dan apa yang tidak mereka suka itu tertarik buat saya."

Tampaknya para pemimpin dunia lainnya sekarang mengikuti langkah PM Australia. Dengan Presiden Prancis Francois Hollande dan Sekretaris Negara Amerika Serikat John Kerry juga menggunakan istilah tersebut.

Menurut NBC, ISIS dilaporkan mengancam akan 'memotong lidah' orang yang menggunakan istilah itu jika mereka mendengarnya.

" Ini adalah istilah menghina dan bukan sesuatu yang bisa digunakan seperti biasa bahkan jika Anda tidak menyukai mereka," kata Evan Kohlmann, seorang analis keamanan nasional.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan teror terkoordinasi yang mengguncang ibukota Perancis pada Jumat malam, menewaskan sedikitnya 129 orang.

Presiden Hollande berjanji untuk menghancurkan kelompok teroris tersebut, dengan menjatuhkan 20 bom di markas pusat ISIS di Raqqa, Suriah, tadi malam.

Sementara itu polisi Perancis terus memburu terduga pelaku teror bernama Salem Abdeslam, yang diyakini melarikan diri usai mengambil bagian dalam serangan yang menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai lebih banyak lagi.   

(Ism, Sumber: Mirror.co.uk)

 

2 dari 3 halaman

Ternyata ISIS Hanya Takut pada Negara Ini

Dream - Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) masih menjadi satu-satunya kelompok militan yang ditakuti sejumlah negara.

Meskipun Rusia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat dan sejumlah negara lain menggempur kelompok militan itu dari udara dan darat, para milisi ISIS mengatakan kepada Jürgen Todenhöfer, 75, bahwa Israel adalah satu-satunya bangsa yang mereka waspadai.

Todenhöfer, yang menghabiskan 10 hari di Suriah pada 2014, mengatakan kepada Jewish News bahwa ISIS mengaku dapat mengalahkan AS dan Inggris, yang mereka katakan tidak memiliki pengalaman dalam gerilya kota atau strategi teroris.

" Tapi mereka sangat waspada terhadap orang-orang Israel yang sangat tangguh dalam menghadapi gerilyawan dan teroris. Mereka tidak takut kepada Inggris dan Amerika, mereka takut Israel, dan mengatakan kepada saya tentara Israel adalah bahaya nyata," kata Todenhöfer.

ISIS telah mengalami sejumlah kemunduran baru-baru ini. Sejak 27 Desember, pasukan pemerintah Irak mengumumkan mereka telah merebut kembali kota Ramadi.

Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan direbutnya kembali kota Ramadi merupakan bagian dari beberapa kerugian signifikan yang dialami Daesh (istilah untuk menghina ISIS).

" Teroris barbar itu telah kehilangan 30% wilayahnya yang pernah dikuasai di Irak. Mereka telah diusir dari kota di seluruh negeri oleh pasukan Irak, dengan dukungan dari Inggris dan koalisi global," kata Menlu Philip Hammond.

Namun pesan terbaru yang mengaku datang dari pemimpin tertinggi ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, mengatakan serangan udara koalisi telah gagal melemahkan organisasinya.

Keaslian pesan yang diposting pada Sabtu di akun Twitter yang sebelumnya merilis laporan tentara ISIS di masa lalu, tak dapat diverifikasi.

Orang dalam rekaman itu juga mengutuk Arab Saudi karena telah membentuk koalisi dengan negara-negara Muslim lainnya untuk melawan kelompoknya.

(Ism, Sumber: Metro.co.uk) 

3 dari 3 halaman

Gempar, Nenek Maki dan Ceramahi Anggota ISIS

Dream - Video seorang nenek yang geram dengan aksi ISIS memarahi dan menceramahi dua anggota kelompok militan tersebut membuat heboh dunia maya.

ISIS dikenal sebagai militan yang kejam. Mereka tak segan-segan menghabisi siapa saja yang tidak sehaluan.

Namun seorang nenek di Suriah dengan keberanian luar biasa menghampiri dua militan ISIS yang sedang berada dalam mobil mereka.

Dikutip Dream.co.id dari Mirror.co.uk, Sabtu 14 Februari 2015, nenek itu kemudian mengatakan bahwa ISIS bertentangan dengan Islam.

" Kalian Iblis. Kembalilah kalian kepada Allah," kata nenek itu marah.

Saat dipanggil demikian oleh nenek itu, kedua orang itu tersinggung. " Tidak ada masalah di antara kita, kan?" tanya salah anggota ISIS itu agak kasar.

Namun nenek yang tak diketahui identitasnya itu tak menggubris. " Jangan membunuh siapa pun, dan tak seorang pun akan membunuh kalian," kata si nenek.

Nenek itu terus menceramahi kedua orang tersebut. " Semua ini dilarang. Saya bersumpah tidak ada tindakan kalian yang berada di jalan Tuhan," kata nenek itu. " Tak seorang pun yang akan menang, baik kalian atau Bashar (Al-Assad, Presiden Suriah, yang memerangi ISIS)."  

Tak hanya menceramahi, nenek itu memalingkan muka dan kemudian meludah.

" Ini semua membuat kita mundur ke belakang. Tidak satu pun dari kalian yang baik. Tuhan tidak akan menghentikan rezim ini atau membuat kalian berhasil."  

Merasa kesal karena diceramahi seorang nenek, salah satu anggota ISIS tersebut menyuruhnya pergi. Tapi nenek itu tidak gentar, dia lagi-lagi menceramahi kedua orang itu.

" Kalian terus saling membunuh satu sama lain seperti keledai. Negara kalian (ISIS) dikutuk," kata nenek itu.

Dia kemudian membacakan dalil-dalil dari ayat Alquran untuk menangkis gertakan anggota ISIS tersebut. Tidak diketahui bagaimana nasib si nenek setelah melancarkan 'serangan' yang luar biasa.

Beri Komentar
Kenangan Reza Rahadian Makan Siang Terakhir dengan BJ Habibie