Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi Komunitas Muslim Di Australia
Dream - Bulan Ramadan menjadi sangat istimewa bagi seorang muslimah bernama Sarah Allen asal Sidney, Australia. Karena pada bulan suci itulah dia mengalami perubahan besar dalam hidupnya, membulatkan tekad untuk segera bersyahadat.
Sarah kembali mengingat ketika Ramadan tiba, ia baru setahun mempelajari agama Islam. Bagi Sarah ini adalah saat yang tepat untuk mempraktekkan apa yang diketahui tentang Islam. Ia lantas memutuskan ikut berpuasa meski saat itu belum menjadi seorang muslim.
Selama mempelajari Islam, Sarah mengetahui umat Islam diwajibkan berpuasa saat bulan Ramadan. Ia berpikir pasti sangat berat melakukan puasa, tidak makan dan tidak minum sehari penuh. Dan itu akhirnya dirasakannya saat mencoba berpuasa.
" Saya pikir akan sangat sulit sepanjang hari tidak makan atau minum. Dan saya benar! Apalagi berpuasa pada saat musim panas. Ini adalah masa paling berat yang pernah saya rasakan," ujar komentar Sarah tentang pengalaman pertamanya berpuasa dikutip Dream.co.id dari laman Onislam.net, Kamis 10 Juli 2014.
Kata Sarah, ketika berpuasa hal yang paling berat adalah melihat orang di sekitarnya makan tanpa menyadari ia sedang berpuasa. Tapi tantangan itu justru melecut tekad Sarah.
" Saya rasa saudara-saudara seiman di seluruh dunia juga merasakan hal serupa, kami menahan diri dari makan dan minum untuk Allah. Kita akan merasakan perasaan yang luar biasa," kata Sarah.
Dengan berpuasa, Sarah merasa seperti seorang yang sangat kuat. Karena harus mengendalikan perilaku dan tubuh kita. Dalam kondisi itu, Anda akan merasakan bahwa Anda-lah yang punya kekuatan dan menentukan apa saja yang akan Anda lakukan.
Semua kebiasan-kebiasaan buruk harus ditunggalkan dan Anda akan merasa seperti manusia baru. Merasa lebih kuat dari sisi spiritual, disiplin dan lebih memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosial.
Satu hal paling disukai Sarah saat bulan Ramadan, dia merasakan Ramadan makin memperkuat umat Islam dan rasa persatuan yang begitu dalam.
Tiga tahun lamanya, Sarah mempelajari Islam dan selalu ikut berpuasa di bulan Ramadan. Akhirnya, pada Januari 2005, saat usia 19 tahun, dia mantap menjadi mualaf. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya