Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Resepsi pernikahan menjadi peristiwa istimewa. Dekorasi hingga sajian makanan terbaik disiapkan keluarga mempelai untuk menjamu pengunjung.
Tetapi, pasangan pengantin dari Kulim, Kedah, Malaysia ini harus mengalami perstiwa memalukan. Di hari pernikahan, yang seharusnya menjadi momen bahagia tak terlupakan itu, pesanan katering datang terlambat. Bahkan makanan untuk para tamu datang selepas jam makan siang.
Semakin mengecewakan karena menu yang disajikan rasanya berbeda jauh.
Kisah itu dibagikan, pengguna Facebook Farah Airin. Di hari bahagianya, dia harus menangis karena tertipu biro katering yang ditunjuknya.
" Resepsi pernikahan yang saya buat memang sederhana. Tapi, jangan lah saya ditipu. Malu saya dengan tamu yang datang," kata Airin, dikutip dari OhBulan, Sabtu, 23 Juni 2018.
Airin menceritakan telah membayarkan uang deposit sebesar 700 ringgit Malaysia, setara Rp2,45 juta, untuk paket 700 undangan, pada 23 Maret 2018.
Dia berjanji akan membayar sisa 3.500 ringgit Malaysia, setara Rp12,2 juta, pada dua minggu usai uang deposit diberikan.

Tetapi, saat hari pernikahan berlangsung, pada 18 Juni 2018, katering yang dipesan tak kunjung datang. Airin telah menanyakan berulang kali mengenai persiapan katering.
© Dream
" Saya pusing, orang-orang berdatangan dan sudah mulai makan. Saya sudah WhatsApp pemilik katering, dia minta saya menghubungi orang lain. Dia lepas tangan," ujar dia.
Setelah pukul 12.00 barulah makanan yang dipesan datang. Tetapi, makanan yang dihidangkan tak sama dengan menu yang pesan.
" Saat tes makanan rasanya sedap, tapi sekarang jauh di bawah itu. Kue dua tingkat yang dijanjikan pun kini berubah jadi kue biasa," ucap dia.
Kasus ini pun berakhir dengan dilaporkannya pemilik ketering ke polisi. Airin juga mengunggah foto laporannya ke kepolisian Kedah, Malaysia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya