Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aksi Pedagang Menyeret Besi Pembatas Yang Dipasang Petugas (Foto: Instagram.com/lambe_turah)
Dream - Kericuhan yang terjadi antara pedagang di Pasar Kanopi, Payakumbuh, Sumatera Barat dengan petugas gabungan berakhir damai. Aksi itu sempat menjadi sorotan setelah sejumlah pedagang menarik paksa pagar besi pembatas yang disiapkan petugas.
Kapolres Payakumbuh, AKBP Dony Setiawan mengatakan kejadian tersebut dipicu oleh salah komunikasi antara petugas dan para pedagang. Dia mengakui sempat ada gesekan di antara kedua pihak pada kejadian tersebut.
" Miss komunikasinya adalah kita dari gugus tugas ingin menertibkan bahwa di bawah Pasar Kanopi itu tidak boleh adanya parkir, makanya dipasang besi pembatas..... Yang tidak boleh adalah parkir," tegas Dony dikutip Dream dari akun Instagram Humaspolrespayakumbuh, Sabtu, 23 Mei 2020
Saat pelaksaan di lapangan, papar Dony, terdapat salah satu petugas yang melarang pedagang yang hendak berjualan di lokasi tersebut. Tindakan itu memicu para pedagang kaki lima yang mengajak rekan-rekan yang lain untuk menghadapi petugas dengan mengangkat besi pembatas
" Jadi awalnya misskomunikasi, bukan tidak boleh berjualan, tapi kita ingin supaya di bawah kanopi pasar itu tidak boleh ada parkir."
Sementara itu seorang perwakilan dari pedagang mengakui adanya miss komunikasi tersebut. Mereka juga meminta maaf karena telah mengangkat besi pembatas yang semula disiapkan para petugas gabungan tersebut.
" Kami pedagang kuliner malam minta maaf karena telah menarik pembatas jalan. Bukannya kami melawan petugas tapi karena miss komunikasi antara petugas dengan pedagang," ujarnya.
Seperti diketahui, aksi menarik besi pembatas para pedagang ini sempat viral di media sosial. Mengutip laman Padek.jawapos.com, petugas terpaksa menutup akses ke pasar tersebut karena terlihat padat dan tidak menjamin masyarakat bisa menerapkan physical distancing.
Petugas pun sepakat membuka pembatas. Sedangkan, akses parkir diberikan hanya satu lajur dengan pembatas besi di bawah kanopi.
(Sumber: Padek.jawapos.com)
Dream – Laman sosial media Indonesia dalam beberapa hari terakhir dibuat geram dengan munculnya keramaian masyarakat di tengah imbauan tinggal di rumah. Meski belum ada pencabutan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mulai banyak masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.
Setelah beredar foto antrean di Bandara Soekarno Hatta, kali ini masyarakat dibuat kesal dengan membludaknya pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur.
Dikutip dari Diadona, Senin 18 Mei 2020, sebuah video yang diunggah akun Instagram @makassar_info, memperlihatkan keramaian di sebuah pusat perbelanjaan Surabaya, Jawa Timur. Bukannya menjalani PSBB dan physicall distancing, pengunjung ramai menghabiskan waktu di mal tersebut.
Mall yang diduga berlokasi di PTC Surabaya tersebut sontak membuat banyak masyarakat gerah. Banyak warganet heran dengan langkah masyarakat yang tak memperdulikan PSBB. Walaupun banyak dari mereka menggunakan masker, namun terlihat tidak ada pembatasan jarak antara pengunjung satu dan lainnya.
Warganet menyayangkan adanya keramaian di pusat perbelanjaan. Mereka mengeluhkan pusat peribadahan yang ditutup selama pandemi corona, sedangkan mall masih buka.
“ Mallnya dibuka... Masjidnya ditutup, ya?” tulis @syahrulcondonk.
“ Baru masjid dilarang keras untuk ditempati sholat. Mirisnya,” tulis @salmamaldini.a.
“ Dilarang berkumpul di rumah ibadah, tapi nge mall boleh boleh aja,” tulis @faisalves.
Lihat postingan ini di InstagramPetugas medis udh bilang terserah... . Lokasi : PTC Surabaya(17/05/2020) . Video : Eva Cute33
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya