Karyawan Laundry Positif Covid-19, Tulari 12 Orang

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Sabtu, 23 Mei 2020 04:01
Karyawan Laundry Positif Covid-19, Tulari 12 Orang
Diduga wanita itu tertular pelanggan tidak secara langsung.

Dream - Pakar epidemiologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Wun Zunyou, tengah menyelidiki kemungkinan seorang wanita pegawai binatu bisa tertular Covid-19.

Sebabnya, 12 orang dinyatakan positif terkena Covid-19 setelah mengadakan kontak dengan wanita yang tinggal di Kota Shulan itu.

Berdasarkan laporan media setempat, pekerja binatu itu diduga terinfeksi virus corona setelah kontak dengan pengunjung asal Rusia antara 8 hingga 30 April 2020.

Dikutip dari Mirror, wanita itu diketahui telah menularkan virus kepada suaminya, tiga saudara perempuan, dan kerabat lainnya serta menjadi sumber kontak dari kasus-kasus yang terkonfirmasi lainnya.

Para ahli dari Komisi Kesehatan Nasional bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Tiongkok pun menyelidiki penyebaran virus itu dipicu oleh pakaian yang terkontaminasi atau tidak.

Wun menduga pekerja binatu itu bukanlah sumber infeksi virus. Melainkan dia terinfeksi oleh orang lain yang dalam masa inkubasi.

 

1 dari 5 halaman

Klaster Belum Ditemukan

Wu menambahkan apabila kluster ditemukan dengan cepat, penanganan dan pencegahan pun dapat dilakukan.

" Selama kasus ditemukan, segera diselidiki dan dilacak, epidemi dapat dihilangkan dengan cepat dan tidak boleh ada wabah," jelas dia.

Menurut media lokal, penyelidikan sejauh ini telah melacak 2.005 orang dan 290 kontak dekat yang telah ditempatkan dalam isolasi mandiri. Meskipun virus ini diyakini berasal dari kota Wuhan, China sendiri memiliki tingkat infeksi yang sangat rendah.

Hanya empat orang di China yang dinyatakan positif menderita penyakit ini pada Selasa, 19 Mei 2020. Sehingga jumlah total infeksi yang dikonfirmasi menjadi 82.933.

Sebanyak 4.633 telah meninggal karena Covid-19 di negara tersebut.

2 dari 5 halaman

Bebas dari Karantina, Warga Thailand Kalap Serbu Mall Terbesar

Dream - Ketika kebijakan lockdown/karantina wilayah di seluruh dunia mulai dilonggarkan, banyak orang yang berharap untuk hidup normal layaknya sebelum masa pandemi.

Walaupun begitu, pemerintah tetap mengingatkan warganya untuk mengikuti kajian 'the new normal' antara lain menggunakan masker, sering mencuci tangan dengan sabun serta melakukan social distancing.

Tidak hanya di Indonesia yang melonggarkan PSSB, negara tetangga Thailand pun melakukan hal yang sama. Pemerintah Thailand telah membuka kembali beberapa mall besar di Bangkok dan seluruh wilayahnya.

Meski beberapa mall besar sudah beroperasi dengan normal, sepertinya banyak warga Bangkok yang melupakan kajian 'the new normal' yang diminta pemerintah. Baru-baru ini beredar sebuah foto yang memperlihatkan warga Bangkok tidak mematuhi kebijakan social distancing yang harus diterapkan saat mengunjungi pusat keramaian.

Foto yang diambil pada Minggu, 17 Mei 2020 memperlihatkan kerumunan pengunjung di Mall Mega Banga. Mall ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan populer dan elite lantaran memiliki dua toko IKEA terbesar di kota Bangkok. Tak heran, banyak pengunjung yang ingin datang kesana ketika karantina wilayah dicabut.

3 dari 5 halaman

Sebagai catatan, saat ini Thailand telah berupaya untuk menegakkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, jumlah kasus positif pun terus turun menjadi satu digit, namun inisiatif seperti aplikasi pelacakan sulit untuk ditegakkan karena tidak semua warga Thailand memiliki ponsel.

Pemerintah Thailand tetap memastikan melakukan kebijakan umum seperti mencatat nama orang-orang yang memasuki lokasi mal, memeriksa suhu, dan upaya membatasi jumlah antrian tetap dilaksanakan meski banyak orang yang datang ke mal.

Namun gambar-gambar tersebut yang beredar di sosial media kerap membuat warga Thailand dan seluruh dunia marah. Hal ini dianggap tidak bertanggung jawab dan beresiko menimbulkan gelombang kedua virus corona di Thailand. Apabila hal tersebut terjadi, sepertinya infeksi Covid-19 tidak akan berakhir.

(Sumber: World of Buzz)

4 dari 5 halaman

Thailand Resmi Buka Pusat Perbelanjaan Usai 2 Bulan Ditutup Akibat Covid-19

Dream - Thailand resmi membuka kembali mal dan department store untuk pertama kalinya, Minggu 17 Mei 2020, setelah ditutup sejak Maret akibat pandemi virus corona. Kebijakan ini diterapkan menyusul melambatnya penambahan kasus baru Covid-19.

Pengelola mal terbaik di Thailand, Central Pattana Pcl, membuka kembali 33 pusat perbelanjaannya di seluruh negeri. Perusahaan ini memberlakukan kontrol kepadatan dengan hanya membolehkan satu orang per 5 meter persegi, menggunakan robot pengukur suhu tubuh, dan menggunakan lift tanpa sentuhan.

Dikutip dari Straits Times, puluhan pengunjug terlihat mengantre sebelum masuk ke mal Iconsiam di pusat Bangkok. Pengunjung diminta untuk memindai kode QR dan mendaftar pada laman resmi pemerintah sebelum masuk.

" Saya mau makan masakan Jepang sekarang karena saya tidak pernah merasakannya sejak tiga sampai empat bulan kemarin. Kode QR ini kurang nyaman bagi orang tua seperti saya," ujar Sa-nguan Khumrungroj, 65 tahun.

Sebuah mesin menyemprotkan disinfektan ke kaki pelanggan ketika mereka masuk mal Iconsiam. Juga terdapat sejumlah alat pembersih tangan.

5 dari 5 halaman

Pada Minggu, Thailand melaporkan hanya ada tiga kasus baru, sejalan dengan tren melambatnya penambahan kasus Covid-19 sepanjang Mei. Sejauh ini, tercatat ada 3.028 kasus positif di Thailand, dengan 2.856 pasien telah sembuh dan 56 orang meninggal.

" Kasus-kasus telah menurun banyak, sehingga saya pikir tepat membuka kembali mal karena ekonomi telah memburuk," ujar pengunjung mal Iconsiam lainnya, Pornchai Laochunsuwan.

Pemerintah Thailand memerintahkan mal-mal harus tutup pada jam 20.00. Area-area yang memungkinkan orang untuk berkumpul seperti bioskop dan arena bowling tetap harus ditutup.

Pemerintah telah melonggarkan langkah-langkah lain pada Minggu, termasuk mempersingkat jam malam sebanyak satu jam. Jam malam yang sebelumnya dimulai pukul 22.00 hingga 04.00 menjadi mulai pukul 23.00 hingga 04.00 waktu setempat.

Pada akhir April, negara ini memberlakukan pembatasan usaha kecil seperti restoran dan pangkas rambut. Pada Sabtu, regulator penerbangan memperpanjang larangan penerbangan internasional hingga akhir Juni.

Beri Komentar