Penyebar Video Teror Selandia Baru Divonis 21 Bulan Penjara

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 18 Juni 2019 17:02
Penyebar Video Teror Selandia Baru Divonis 21 Bulan Penjara
Philip meminta seseorang untuk mengedit video aksi teror.

Dream - Pengadilan Christchruch, Selandia Baru, menjatuhkan vonis Philip Neville Arps hukuman penjara 21 bulan. Vonis itu diberikan karena Philip bersalah telah menyebar rekaman video teror yang dilakukan Brenton Tarrant.

Dilaporkan laman New Zealand Herald, Philip menyamakan diri dengan Rudolf hess, wakil Adolf Hitler. Dia dikenal punya perusahaan penagihan bertema supremasi kulit putih.

Philip mengakui dua tuduhan mendistribusikan publikasi yang tidak menyenangkan setelah penembakan 15 Maret.

Hakim Stephen O'Driscoll mengatakan, Philip memiliki " pandangan yang keras dan tak menyesali tindakannya terhadap komunitas Muslim" .

 

1 dari 3 halaman

Menyiarkan Serangan Teror ke Facebook

Philip sebelumnya mengaku bersalah pada bulan April atas dua tuduhan mendistribusikan rekaman video serangan Masjid Al Noor.

Sebanyak 51 orang tewas dalam serangan teror di dua masjid Christchurch pada 15 Maret. Serangan pertama di masjid Al Noor disiarkan langsung di Facebook.

Philip sebelumnya mengaku bersalah atas satu tuduhan membagikan rekaman mentah dari siaran langsung penembakan kepada sekitar 30 orang di Facebook.

Dia juga mengaku bersalah karena meminta orang lain menambahkan garis bidik dan " kill count" ke video.

Pengadilan mendengar bahwa dia bermaksud membagikan rekaman yang dimodifikasi ini sebagai meme. (ism)

2 dari 3 halaman

10 Ribu Jemaah Hadiri Sholat Jumat Pertama Usai Teror Selandia Baru

Dream - Imam Masjid Al Noor Selandia baru memimpin sholat Jumat pertama usai serangan teroris pekan lalu. Sholat Jumat digelar di Hagley Park, yang berjarak 100 meter, dari lokasi teror.

Sebanyak 10 ribu orang menghadiri sholat Jumat itu. Kedatangan mereka untuk memberikan solidaritas ke 50 korban penembakan di dua masjid di Christcruch.

 Imam Masjid Al Noor: Selandia Baru Tak Bisa Dipatahkan

Imam Gamal Fouda, yang selamat dari serangan teror, Masjid Al Noor, mengucapkan doa atas peristiwa itu.

" Jumat lalu, saya berdiri di masjid ini. Melihat kebencian dan amarah dari seorang teroris, yang membunuh 50 orang tak bersalah, melukai 42 orang dan menghancurkan hati jutaan orang di seluruh dunia. Hari ini, di tempat yang sama, saya melihat cinta dan kasih sayang," kata Fouda, dikutip dari Arab News, Jumat, 22 Maret 2019.

Fouda mengatakan, serangan teroris itu berusaha memecah belah Selandia Baru. " Tetapi, Selandia Baru tidak bisa dipatahkan," kata dia.

Fouda memperingatkan kemunculan `ideologi white power yang menjadi ancaman bagi umat manusia`.

"  Islamofobia telah membunuh dan itu nyata. Kampanye ini menargetkan untuk mempengaruhi orang agar tidak manusiawi dan takut terhadap orang Islam," kata dia.

Fouda berterima kasih kepada publik, polisi, dan Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.

" Terima kasih atas air matamu. Terima kasih atas haka. Terima kasih atas bunga yang kau berikan. Terima kasih atas cinta dan kasih sayangmu. Kepada perdana menteri kami, terima kasih. Terima kasih atas kepemimpinanmu. Itu pelajaran penting bagi pemimpin dunia. Terima kasih menghormati kami dengan kerudung sederhanamu," ujar Fouda. (ism)

3 dari 3 halaman

Keluarga Teroris Selandia Baru Minta Maaf

Dream - Nenek teroris yang menyerang dua masjid di Christchruch, Selandia Baru, meminta maaf ke seluruh keluarga korban penembakan, Jumat, 15 Maret 2019.

" Kami sangat prihatin terhadap keluarga korban yang meninggal dan terluka. Aku tidak dapat memikirkan hal lain selain kata-kata yang hancur," ujar Terry Fitzgerald, dilaporkan 9News, Selasa, 19 Maret 2019.

Fitzgerald mengenang kembali sang cucu. Sembari memilah-milah foto-foto lama, Fitzgerald menyebut Brenton Tarrant sebagai anak.

Selama bersekolah di Grafton High School, lanjut Fitzgerald, Brenton lebih menyukai menghabiskan waktu bermain game di komputer ketimbang perempuan.

" Dia menghabiskan banyak waktu bermain gim di komputer, masuk dan keluar bemain gim komputer," kata dia.

" Kurasa dia tak punya pacar, menikah terlalu sulit," ucap dia.

Beri Komentar
Anak Millenial Wajib Tahu, Ini Tips Umroh Tenang Tanpa Utang