Penyiapan Akomodasi Jemaah Haji 2019 Sudah 50 Persen

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 13 Maret 2019 19:00
Penyiapan Akomodasi Jemaah Haji 2019 Sudah 50 Persen
Akomodasi tahun ini menggunakan skema baru.

Dream - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, M Nur Kholis Setiawan, memastikan proses penyiapan akomodasi untuk jemaah haji 2019 sudah berjalan sekitar 50 persen.

Hal itu dia sampaikan saat rapat dengan Komisi VIII DPR di sela peninjauan persiapan layanan haji di Mekah Al Mukarramah.

" Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jemaah haji di Arab Saudi, dalam rentang sebulan ini Alhamdulillah sudah mencapai 50 persen," ujar Nur Kholis dalam keterangan tertulis, Rabu 13 Februari 2019.

Menurut Nur Kholis, penyiapan ini meliput persiapan, seleksi, penetapan dan pengajuan usulan penyedia layanan yang akan dipakai.

" Tim penyediaan akomodasi bertugas untuk menyiapkan, memilih dan mengusulkan penyediaan akomodasi jemaah haji dengan prinsip yang efektif, transparan, dan akuntabel," ucap dia.

Total kebutuhan akomodasi haji selama di Mekah mencapai 210.697 kapasitas untuk melayani 204 ribu orang terdiri dari jemaah, petugas kloter dan non kloter, sisa penempatan dan cadangan. Sementara akomodasi yang dibutuhkan selama di Madinah sebanyak 209.967 kapasitas.

" Tim akomodasi dengan 12 personil akan bertugas selama 86 hari. Ini baru sebulan. Saya optimis target akan segera terpenuhi tepat waktu," kata dia.

Nur Kholis menjelaskan akomodasi di Mekah tahun ini menggunakan skema baru. Nantinya, penempatan jemaah disesuaikan dengan zonasi daerah masing-masing.

" Penerapan metode tersebut tentu akan dapat diikuti dengan penyesuaian pelayanan katering jemaah yang diharapkan akan semakin mudah pengkondisiannya dengan menyesuaikan citarasa sesuai dengan selera daerah masing-masing," ujar dia.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penerimaan pendaftaran layanan transportasi untuk angkutan antar kota dan bus shalawat.

" Angkutan antar kota direncanakan 6 rute perjalanan, yaitu Bandara Amir Muhammad bin Abdul Azizi (AMAA) ke Hotel di Madinah, dari Madinah ke Mekah, dari Mekah ke King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, dari KAAIA Jeddah ke hotel di Mekah, dari Mekah ke Madinah, serta dari Madinah ke Bandara AMAA," kata Sri.

Total, ada 14.409 rute yang dikelola Naqodah atau organisasi angkutan darat setempat.

“ Untuk layanan shalawat (shuttle bus ke Masjidil Haram Mekah) direncanakan menggunakan 395 bus selama beroperasi," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar
Pilpres Telah Usai (Jokowi & Prabowo)