Tahun Ini, Rekam Biometrik Haji Dijalankan di 34 Titik

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 8 Maret 2019 12:00
Tahun Ini, Rekam Biometrik Haji Dijalankan di 34 Titik
Jemaah haji harus melakukan rekam biometrik untuk mendapatkan visa haji.

Dream - Arab Saudi tetap memberlakukan kebijakan rekam biometrik kepada calon jemaah haji Indonesia tahun ini. Perekaman dijalankan di kantor perwakilan VFS Tasheel yang telah ada di 34 titik.

" Kebijakan Saudi, tahun ini seluruh jemaah haji harus direkam data biometriknya sebagai syarat pemvisaan," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama, Nizar, dikutip dari Kemenag.go.id.

Nizar mengatakan, Kemenag segera menindaklanjuti kebijakan ini. " Agar prosesnya bisa segera dipahami dan tidak menyulitkan jemaah," kata dia.

Menurut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis, sudah terjadi pembicaraan Kemenag dengan pihak VFS Tasheel selaku otoritas yang ditunjuk Saudi menjalankan rekam biometrik.

Lembaga tersebut, kata dia, menyatakan sudah memiliki 34 kantor layanan, kecuali di Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku. Dalam waktu dekat, VFS Tasheel berencana membuka tujuh titik layanan lagi yang berlokasi di Solo, Semarang, Cirebon, Serang, DI Yogyakarta, Pekanbaru, dan Palembang.

" Kemarin saya rapat dengan VFS Tasheel dan Kemenag mengusukan agar mereka menambah titik layanan lagi di 120 lokasi," kata Muhajirin.

1 dari 1 halaman

120 Titik Layanan Tambahan

Sebanyak 120 titik layanan yang diusulkan Kemenag berlokasi di sejumlah kabupaten/kota di beberapa provinsi. Penentuan titik didasarkan pada banyaknya jumlah jemaah haji seperti Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan daerah kepulauan.

" VFS Tasheel merespon positif usulan ini dan akan mengkajinya," ucap dia.

Sementara, Kasubdit Dokumentasi Haji, Nasrullah Jassam, mengatakan untuk Papua, Papua Barat, dan Maluku akan disediakan layanan rekam biometrik bergerak. Menurut dia, kemungkinan VFS Tasheel belum akan membuka kantor layanan di tiga provinsi tersebut dalam waktu dekat.

" Layanannya mirip dengan layanan perpanjangan SIM keliling," kata Nasrullah.

Sebelumnya, Kemenag sempat melobi agar Saudi menunda kebijakan rekam biometrik sebagai syarat penerbitan visa bagi calon jemaah haji. Kebijakan tersebut dianggap mempersulit jemaah lantaran harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk rekam biometrik.

Kemenag sempat meminta rekam biometrik cukup dijalankan di embarkasi sebelum keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.

Beri Komentar
Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim