Ada Aroma Menyengat di Es Kopi `Sianida` Mirna

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 21 Juli 2016 13:53
Ada Aroma Menyengat di Es Kopi `Sianida` Mirna
Rangga memastikan minuman tersebut tidak seperti yang dibuatnya. Seharusnya es kopi itu berwarna cokelat, sedangkan saat kejadian berubah menjadi.....

Dream - Karyawan Kafe Olivier yang bertugas sebagai peracik minuman, Rangga Dwi Saputra mengaku sempat mencium aroma menyengat dari es kopi Vietnam yang menewaskan Wayan Mirna Salihin. Dia menambahkan, warna es kopi yang biasanya berwarna cokelat berubah warna.

" Saya mencium aroma itu. Aromanya menyengat. Warnanya warna kunyit, seharusnya warnanya cokelat," ujar Rangga saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus dugaan pembunuhan Mirna dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 21 Juli 2016.

Padahal, Rangga mengatakan tampilan minuman tersebut tidak seperti itu saat dia buat. Dia memastikan es kopi tersebut dibuatnya sesuai standar dengan memberikan penjelasan rinci mengenai cara pembuatan minuman tersebut.

Rangga pun mengatakan es kopi Vietnam tersebut sempat dicicipi oleh manajer kafe, Devi. " Bu Devi sempat cicipi," kata dia.

Selanjutnya, Rangga menjelaskan minuman tersebut sempat diamankan oleh Yohanes yang bertugas selaku penyaji. Yohanes kemudian meletakkan minuman itu di bagian pantri.

Devi lantas mencicipi kopi yang sudah terletak di pantri tersebut. Dia meneteskan cairan kopi itu di telapak tangan dan meminumnya.

Sidang kasus kematian Mirna digelar pada hari ini diagendakan mendengarkan keterangan empat orang saksi. Mereka merupakan karyawan Kafe Olivier yaitu Jukiah selaku kasir, Yohannes Irga Bima selaku penyaji, Devi selaku Manajer Kafe Olivier) serta Rangga Dwi Saputra selaku peracik kopi.

1 dari 3 halaman

Fakta Mengejutkan, Es Kopi `Sianida` Mirna Berubah Warna

Dream - Pelayan Kafe Olivier yang mengantarkan es kopi Vietnam, Agus Triyono memberi kesaksian sidang keenam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Dalam kesaksian tersebut, Agus mengaku sempat melihat warna es kopi Vietnam berubah warna, tidak lama setelah disajikan.

Fakta itu dia ketahui setelah memutari meja bernomor 54. Saat itu, meja telah ditempati Mirna, Juwita Boon alias Hanie dan Jessica Kumala Wongso.

" Saya muterin table. Saya lihat kopi sudah berubah dan lihat mereka sudah bertiga. Saya bisikin teman saya (Rosi, pelayan Olivier) 'tolong lu liat table 54, ibunya minum jamu kunyit yah?," kata Agus yang awalnya bercanda, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu, 20 Juli 2016.

Candaan itu tidak berlangsung lama. Merasa penasaran, mereka pun mencoba mendekati meja untuk memastikan minuman apa itu. Tetapi, langkah mereka terhenti karena Mirna telah terkapar.

" Baru nyamperin berapa langkah, dia (Mirna) kolaps," kata dia.

Agus yang menyingkirkan pesanan tiga orang sahabat itu sempat berpikir kopi yang sebelumnya telah disajikan itu sudah habis. Bahkan dia mengira kalau gelas tersebut memang sengaja diisi jamu kunyit.

" Saya pikir itu jamu kunyit, kopi sudah habis, terus dituang itu (jamu kunyit). Malah saya pikir bawa sendiri sengaja dari rumah," ucap dia.

 

2 dari 3 halaman

Pertanyakan SoalSedotan

Pengacara terdakwa Jessica Wongso, Otto Hasibuan sempat bertanya kepada Agus mengenai sedotan yang digunakan Mirna untuk meminum Es Kopi Vietnam. Otto meminta Jaksa menghadirkan sedotan sebagai barang bukti ke meja persidangan.

" Ini aneh, membicarakan pipet (sedotan), tapi pipetnya tidak disita dan tidak ada," kata dia.

Bahkan, Otto meminta jaksa penuntut umum (JPU)menunjukan rekaman CCTV yang merekam Jessica menaruh 'sesuatu' di dalam gelas tersebut.

" Fakta-fakta itu kan tidak ada, selama ini dikatakan, ada CCTV yang memperlihatkan Jessica memegang gelas. Itu yang saya minta, tolong ditunjukkan itu," ucap dia.

Selain itu, Otto juga meminta JPU menunjukkan alat bukti lain yaitu teko berisi air panas yang digunakan menyeduh kopi Vietnam. Dia mengatakan, teko berisi air panas itu dapat menjadi pembuktian lain mengenai asal usul sianida.

" Bagaimana kita mau cari asal usulnya, kalau air yang di teko itu tidak diperiksa?" ucap Otto usai sidang.

Koordinator JPU Ardito Muwardi menjelaskan sedotan yang dipermasalahkan Otto memang sedari awal tidak masuk dalam barang bukti. Sebab, sedotan itu hilang.

" Penyidik tidak menemukan sedotan itu. Saat penyidik melakukan olah TKP sedotan itu sudah tidak ada," kata Ardito.

Menanggapi dua permintaan itu, Ardito berjanji jawaban akan muncul dari para saksi.

" Mengenai sedotan itu, semoga dapat terjawab dari penjelasan para saksi besok, Kalau teko berisi air panas yang dimaksudkan di hari itu, ya nggak ada juga. Itu besok saksi yang hanya bisa menjelaskan," kata dia.

Meski masih menjadi pertanyaan besar, Ardito memastikan bukti gelas Es Kopi Vietnam yang konon berisi sianida itu masih steril dan belum tercuci.

" Gelas itu masih bisa diamankan dan di bawa ke bar. Gelas itu kemudian diamankan saksi Yohanes (bartender). Bagaimana perjalanan gelas itu sampai di sini, semoga besok bisa terjawab," kata dia.

3 dari 3 halaman

Ini Video CCTV Detik-detik Kopi Sianida Renggut Mirna Salihin

Dream - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhirnya mempertontonkan Video rekaman Closed Circuit Television (CCTV) kasus kematian Wayan Mirna Salihin kepada publik, Rabu 13 Juli 2016.

Dalam rekaman yang diputar, tampak detik demi detik kejadian yang menewaskan Mirna akibat racun sianida.

Hakim Ketua Kisworo sempat menanyakan tanggapan agenda saksi kepada Jessica. Menanggapi pemutaran rekaman CCTV itu, Jessica pun enggan berkomentar.

Rekaman CCTV yang di pertontonkan ke awak media itu banyak menampilkan bukti yang dianggap kebohongan.

Salah satunya pengakuan Juwita Bon atau Hani, dia sempat mendapat informasi pada pukul 15.30 WIB, Jessica Kumala memberi kabar jika masih di jalan.

Nyatanya, Jessica Kumala yang berbaju cokelat tua telah datang di Cafe Olivier. Berikut rekaman CCTV yang diputar di persidangan: 

 

Keterangan video CCTV: 

17.12 Saksi Juwita Bon atau Hani yang berkaos biru dan korban Wayan Mirna Salihin yang berbaju biru bunga-bunga datang ke Cafe Olivier. Mereka membicarakan kue yang hendak dipilih. Hani menyarankan agar roti bisa dipesan.

17.18 Hani dan Mirna datang duduk menghampiri Jessica Kumala, telah menunggu. Sesaat setelah mereka berpelukan, Mirna langsung duduk dan mengaduk Es Kopi Vietnam yang tersedia di meja. Usai minum, Mirna tampak mengibas-ibaskan tangan di depan mulutnya.

17.19 Mirna sudah nampak tak sadarkan diri. Jessica sempat berdiri dan menuju ke pelayan.

17.21 Empat pelayan datang. Seorang pelayan bawa air putih dengan nampan. Seorang pelayan cewek datang mengangkat gelas bersianida.

17.23 Jessica tampak berdiri melihat, Mirna dan Hani serta empat pelayan Kafe Olivier yang datang ke meja mereka.

17.24 Dua orang pelayanan Kafe Olivier tampak membawa kursi roda. Meja tempat menaruh minuman disingkirkan.

17.25 Hani sibuk dan jessica bingung. Di sela-sela mereka ada ibu-ibu membaca doa. Hani mulai menelepon Arief.

17.26 Hani masih tampak panik dan menelepon Arief. Pengunjung yang duduk di sekitaran meja juga tampak penasaran.

17.27 Jessica mengangkat Mirna dibantu staf Kafe Olivier. Kerumunan itu kemudian menuju ke klinik.

(Ism) 

Beri Komentar
Yenny Wahid Rilis Produk Kecantikan Halal