Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Dalam gelaran peringatan Hari Santri Nasional (HSN) nanti malam, Kementerian Agama (Kemenag) akan menyerahkan Alquran Mushaf Santri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penyerahan mushaf Alquran ini menandai Budaya Nasional Menulis Mushaf Al-Quran yang digelar sejak 12 Oktober 2016 lalu.
“Mushaf ini akan diserahterimakan kepada Presiden Jokowi pada puncak perayaan Hari Santri malam ini di Serang Banten,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Setjen Kementerian Agama Mastuki, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Oktober 2016.
Kegiatan penulisan Mushaf Santri ini diikuti oleh sekira 40.128 santri pondok pesantren se-Indonesia. Lembar-lembar yang ditulis para santri ini nantinya akan disatukan dan diberi nama Mushaf Santri.
Selain penulisan Mushaf, Kemenag juga menggelar Lomba Fotografi dan Cerpen Pesantren dengan tema “Dari Pesantren untuk Indonesia” yang diikuti kalangan pondok pesantren dan kalangan umum.
Setidaknya ada 4.025 naskah cerpen yang diterima panitia dan telah dinilai oleh Tim Juri yang terdiri dari Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin Rembang, KH Ahmad Mustofa Bisri, cerpenis Triyanto Triwikromo dan Redaktur Kompas Putu Fajar Arcana.
“Setidaknya ada 347 jepretan foto dan telah dinilai oleh Tim Juri yang terdiri atas Kurator Galeri Foto Antara Oscar Motuloh, kritikus foto Tubagus P. Svarajati, dan Redaktur Pelaksana Suara Merdek Rukardi Achmadi,” ujar dia.
Puncak peringatan Hari Santri 2016 dilakukan bersamaan dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Pospenas) ke-VII di Serang-Banten. Pospenas telah dilakukan secara berkala di Indramayu Jawa Barat (2001), Palembang Sumatera Selatan (2003), Sumatera Utara (2005), Kalimantan Timur (2007), Surabaya Jawa Timur (2010), dan Gorontalo (2013).
Melalui Pospenas itu, kata dia, diharapkan lahir para seniman dan olahragawan yang berasal dari pondok pesantren. Para seniman dan olahragawan yang memiliki militansi nilai nilai kesantrian, yaitu kejujuran, sportivitas, serta semangat juang untuk bangsa, negara dan agama.(Sah)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
