Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pebisnis Wanita Arab (sumber:http://www.dearinassociates.com)
Dream - Untuk negara seperti Indonesia, kisah sukses pengusaha wanita di dunia perhotelan mungkin bukan hal yang luar biasa. Namun bagi warga Arab Saudi dimana wanita tak bisa leluasa berkarir, sukses di bisnis hotel bintang lima adalah sebuah prestasi tersendiri.
Adalah Nihad Yamani, supervisor di Makkah Hilton, yang mampu memegang possi kunci di hotel bintang lima di kota suci umat muslim ini. Kinerja yang luar biasa Nihad telah berperan dalam menghilangkan skeptisisme dari sejumlah besar warga Saudi terhadap peran perempuan.
Nihad bahkan dianggap salah satu perempuan perintis Saudi yang bekerja di bagian departemen human resources (HR) di hotel berbintang tersebut. Kariernya di sektor perhotelan telah menantang stigma bahwa perempuan hanya pintar di rumah dan hanya bisa menerima tamu di rumah mereka.
" Saya memulai karier sebagai karyawan di bagian layanan pelanggan dan kemudian dipromosikan ke bagian supervisor. Dengan kerja keras dan upaya tak kenal lelah, saya kemudian menjadi salah satu pegawai di departemen HR," katanya seperti dikutip Saudigazette, Minggu, 28 September 2014.
Rahasia sukses Nihad dalam karirnya terbantu karena keramahannya saat melayani tamu. " Ini adalah bagian dari sifat seorang perempuan. Mereka memiliki potensi dan kualitas intrinsik lebih cemerlang dari seorang pria di sektor perhotelan," katanya.
Selain Nihad, Al-Munawar Jawhara yang bekerja sebagai karyawan hotel bintang lain di Makkah juga dianggap mencatat sukses besar. Dia bertanggung jawab dalam e-bisnis, merancang iklan dan mengelola situs jejaring sosial. Munawar adalah salah satu dari beberapa perempuan Saudi yang bekerja di bidang di hotel di Makkah untuk pertama kalinya.
" Saya menikmati semua pekerjaan ini. Selain mengambil foto untuk acara dan membuat iklan promosi untuk hotel," katanya. Awalnya Munawar bergabung di hotel sebagai staf di bagian reservasi.
Afnan Muadan, karyawan layanan pelanggan di Swisshotel, mengatakan dia dan rekannya menghadapi beberapa kesulitan karena anggota masyarakat Saudi tertentu enggan dilayani oleh perempuan.
" Bahkan beberapa pejabat Saudi berusaha menjauh dalam berinteraksi dengan staf perempuan. Pada beberapa kesempatan, pelanggan akan menutup telepon ketika mereka mendengar suara perempuan," katanya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya