Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Senapan Serbu (Foto: Shutterstock)
Dream - Perusahaan senapan asal Rusia, Kalashnikov Concern meluncurkan senapan serbu baru AK-308 di Army 2018 expo di Moskow, Rusia, Agustus 2018.
Pada tampilan perdananya ke publik, AK-308 mirip dengan pendahulunya AK-12. Senapan serbu ini disebut juga memiliki desain dan elemen dari AK-103.
National Interest melansir, AK-308 disebut sebagai produk ambisius dekade ini. AK-308 menggunakan peluru standar NATO kaliber 7,62 x 51 milimeter.
Sejak Perang Dunia II, Kalashnikov telah memproduksi lebih dari 20 jenis senapan serbu. Dari jumlah itu, hanya tiga jenis yang menggunakan amunisi buatan Soviet/Rusia.
AK-101 dan AK-102 merupakan dua senjata pertama Kalashnikov yang diekspor ke berbagai dunia. Senapan serbu itu menggunakan peluru standar NATO 5,56 x 45 milimeter.
Dua dekade kemudian Kalashnikov mencoba dengan AK-308. Senapan ini disebut-sebut punya bobot yang lebih berat ketimbang pendahulunya, AK-12, namun memiliki akurasi jarak dan kemampuan penetrasi yang lebih baik.
AK-308 membuat buttstock yang dapat dilipat dan pipa angin yang didesain ulang dari AK-12. Sementara bingkai senapan serbu ini terinspirasi RPK-74M.
Tidak ada indikasi pemerintah Rusia akan menggunakan AK-308. Banyak kalangan menduga, senapan serbu ini memang sengaja dipasarkan untuk diekspor.
Salah satu negara yang tertarik menggunakan AK-308 adalah India. Sejak perang dingin, India telah berulang kali mengimpor alat pertahanan dari Rusia.
Baru-baru ini, India menjalin kesepakatan dengan Rusia senilai US$5,43 miliar, setara Rp 77.7 triliun, untuk membeli limat senjata pertahanan udara S-400 dan empat kapal tempur Rusia, Grigorovich.
Selain India, negara Amerika Selatna, Brasil juga dikabarkan tertarik untuk mengimpor senjata ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya