Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Bacaan Gelombang Seismik. (Foto: Abc7news.com)
Dream - Baru-baru ini para ahli geologi dibuat terkejut dengan munculnya sebuah gelombang seismik misterius yang menjalar ribuan kilometer ke seluruh dunia.
Gelombang seismik misterius yang tidak bisa dirasakan oleh seorang pun di permukaan Bumi itu tertangkap sensor gempa di Afrika, Kanada, Selandia Baru, dan Hawaii.
Penemuan gelombang seismik tersebut berawal dari aktivitas penggiat gempa bumi di Selandia Baru yang sedang memantau tampilan data real-time seismogram online milik Survei Geologi Amerika Serikat.
Menurut data seismogram tersebut, gelombang seismik itu bermula dari lepas pantai Mayotte, sebuah kepulauan Perancis di Samudra Hindia yang terletak di antara Madagaskar dan Afrika.
Data tersebut kemudian diunggah di Twitter yang langsung mendapat respons dari para ahli geologi di seluruh dunia.
Mereka merasa heran ada getaran gempa yang tidak bisa dirasakan manusia tapi terpantau oleh sensor gempa di seluruh dunia.
Para ahli juga merasa bingung dalam menyimpulkan asal usul gelombang seismik yang aneh itu.
Tidak seperti gempa bumi pada umumnya, bacaan dari getaran atau tremor Mayotte memperlihatkan gelombang frekuensi rendah yang konsisten.
Getaran halus itu berlangsung lebih dari 20 menit. Seolah planet kita berdering seperti lonceng.
Padahal getaran gempa bumi tradisional menghasilkan sentakan dari berbagai gelombang frekuensi tinggi yang menimbulkan guncangan hebat.
Kemunculan gelombang seismik misterius itu memicu spekulasi tentang penyebab dan asal usulnya.
Ada yang menyebut gelombang seismik aneh itu disebabkan oleh uji coba nuklir rahasia. Sementara yang lain mengatakan penyebabnya adalah monster laut atau meteor jatuh.
Namun Goran Ekstrom, seorang ahli seismologi di Universitas Columbia, mengatakan kepada National Geographic, bahwa penyebab gelombang seismik tersebut bukan seperti yang diutarakan oleh orang-orang.
Profesor Ekstrom mengemukakan bahwa fenomena seismik tersebut adalah sebuah gempa bumi yang terjadi secara lambat.
Gempa bumi lambat lebih tenang daripada gempa tradisional karena terjadi akibat pelepasan stres secara bertahap yang dapat berlangsung selama periode waktu yang signifikan.
" Tetap mengalami deformasi yang sama, tetapi tidak disertai oleh sentakan," kata Profesor Ekstrom.
Sejak Mei tahun ini, area di lepas pantai Mayotte telah mengalami apa yang dikenal sebagai 'kolam gempa bumi' yaitu tempat terjadinya ratusan peristiwa seismik selama beberapa hari atau minggu.
Tetapi aktivitas geologi ini telah berkurang secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, analisis oleh Survei Geologi Prancis menunjukkan bahwa gelombang aneh itu menandakan adanya gerakan massa magma di bawah kerak bumi, seperti runtuhnya ruang dapur magma.
Republik Demokratik Kongo pernah mengalami peristiwa serupa pada tahun 2002. Saat itu sebuah gempa bumi lambat dan gelombang seisimik frekuensi rendah telah dikaitkan dengan runtuhnya ruang dapur magma di bawah Gunung Nyiragongo.
(Sumber: ABC Australia)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya