Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rektor Universitas Fatoni Assoc Thailand, Prof Ismail Lutfi Japakiya Memberikan Pemaparan (Foto: Kemenag)
Dream - Rektor Universitas Fatoni Assoc Thailand, Prof Ismail Lutfi Japakiya, menerangkan banyak masyarakat Thailand yang mulai tertarik dengan ajaran Islam. Selama ini, Lutfi kerap mengajak masyarakat setempat untuk mengenal Islam melalui cara-cara yang damai, penuh hikmah dan lemah lembut.
“ Dengan cara ini, mulai banyak masyarakat di Thailand yang masuk Islam. Dari tahun ke tahun jumlahnya bertambah,” kata Ismail, dikutip dari kemenag.go.id, Jumat 30 November 2018.
Di hadapan 75 peserta Student Mobility Program (SMP) Kementerian Agama, Lutfi menyatakan kekaguman pada perjuangan para pendiri bangsa Indonesia dalam mempersatukan Islam dengan agama dan budaya setempat.
Lutfi pun mengajak para akademisi mempelajari secara serius rahasia tokoh Islam Indonesia dalam mempersatukan bangsanya.
“ Kami di Thailand ini masih berjuang agar Islam mampu dipahami dan dianut oleh bangsa kami,” kata
Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Syafriansyah berharap mahasiswa mampu mengambil banyak pelajaran atas perjuangan Universitas Fatoni dalam mengembangkan perguruan tinggi di Thailand.
“ Kita bisa belajar dari kampus ini bagaimana berjuang di tengah-tengah kompleksitas persoalan umat, dan universitas ini berhasil eksis sampai sekarang,” kata Syafriansyah.
Gelaran SMP ini berlangsung dari 25 November hingga 1 Desember 2018. Kegiatan ini diikuti Ketua DEMA, SEMA dan Wakil Rektor atau Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia.
SMP juga digelar di Pendidikan Tinggi Al-Zuhri Singapura, Universitas Kebangsaan Malaysia, dan Universitas Selangor Malaysia.
(Beq/sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya