Hancur 27 Tahun Lalu, Masjid Bersejarah Aladza Dibuka Kembali

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 Mei 2019 10:01
Hancur 27 Tahun Lalu, Masjid Bersejarah Aladza Dibuka Kembali
Masjid ini ditutup pada 1992 lantaran hancur akibat perang.

Dream - Ribuan orang berkumpul di Foca di timur Bosnia akhir pekan lalu. Mereka menghadiri prosesi pembukaan kembali Masjid Aladza.

Masjid yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO ini ditutup pada 1992 akibat perang Bosnia. Sebagian besar bangunan masjid peninggalan Dinasti Otoman itu hancur akibat serangan bom.

Dikutip dari Balkan Insight, Husein Effendi Corbo selaku imam terakhir Masjid Aladza sebelum diledakkan mengaku sangat bahagia. Harapannya selama 27 tahun agar Masjid Aladza kembali dibuka dan melayani umat Islam di Foca akhirnya terwujud.

" Selama hampir 19 tahun, saya selalu datang ke Aladza setiap hari, bekerja sebagai imam dari 1973, dan ketika saya mendapatkan berita masjid ini hancur sepenuhnya, itu adalah satu hari terburuk dalam hidup saya," ucap Husein.

" Saya sangat bahagia dipenuhi harapan Aladza akan menjadi titik pusat orang beriman di area ini dan sekali lagi menjadi mutiara sesungguhnya seperti dulu," kata Husein.

1 dari 3 halaman

Masjid Kuno

Masjid Aladza dibangun antara 1550 dan 1551. Karena arsitektur, proporsi struktur, ukiran serta dekorasi geometris dan bunganya, masjid ini juga dikenal sebagai Masjid Lukisan.

Ornamen masjid dilukis dengan gaya klasik khas Ottoman. Karena merupakan masjid pertama di Bosnia kala itu, desainnya banyak ditiru oleh bangunan lain yang muncul setelahnya.

Hal ini juga menjadi salah satu alasan Pemerintah Yugoslavia kala itu menetapkan Masjid Aladza berada di bawah perlindungan negara pada 1950. Sayangnya, pada 2 Agustus 1992 sepanjang tahun pertama perang, masjid ini diledakkan oleh tentara Bosnia Serbia.

Kejaksaan Bosnia pada Oktober 2018 menuntut veteran perang Bosnia Serbia, Goran Mojovic karena terlibat menanam bahan peledak di masjid tersebut. Mojovic dituduh telah melakukan kejahatan kemanusiaan melalui penghancuran momumen budaya, agama, dan sejarah.

Selama periode kekuasaan Ottoman, 17 masjid dibangun di Foca. Lima di antaranya hancur sepanjang Perang Dunia II dan 12 lainnya hancur akibat perang antara 1992-1995.

 

2 dari 3 halaman

Banyak Bagian Masjid Rusak Parah

Renovasi Masjid Aladza dimulai pada Oktober 2012 atas kerja sama Direktorat Umum Urusan Wakaf Republik Turki dan Direktorat Wakaf Komunitas Islam Bosnia.

Mufti Gorazde, Remzija Effendi Pitic, mengatakan prosesi pembukaan kembali Masjid Aladza merupakan acara sangat penting bagi masyarakat Islam setempat.

" Membangun kembali Rumah Allah ini menuntut banyak hal. Kami berhasil melakukannya, terima kasih kepada Allah, kehendak, upaya dan dukungand dari teman-teman kami," kata Remzija.

" Kami berterima kasih kepada semua yang berkontribusi dalam proyek besar ini dengan cara apa pun dan ini adalah hadiah Ramadan terbaik kami untuk semua orang beriman," lanjut dia.

Rekonstruksi dijalankan pada bangunan masjid yang dinilai masih bisa diperbaiki. Sementara bagian yang rusak parah seperti di depan masjid, dibiarkan dan dijadikan monumen peringatan kehancuran pada 1992.

 

3 dari 3 halaman

Seperti Sedia Kala

Kepala Direktorat Wakaf Sarajevo, Senaid Zaimovic, mengatakan rekonstruksi dijalankan seasli mungkin. Sehingga, diupayakan bentuk masjid tidak mengalami perubahan dari bangunan aslinya.

" Kami memiliki gambar yang dibuat ketika masjid dalam proses pembangunan dan kami menemukannya di Ruang Arsip Istanbul serta Direktorat Arsip Wakaf Republik Turki.

Lebih lanjut, Zaimovic menjelaskan proyek renovasi masjid tersebut menelan biaya lebih dari 2 juta euro, setara Rp32 miliar.(Sah)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-