Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Polisi masih menelusuri peruntukan senjata api di tangan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti. Ini lantaran Polri telah memberlakukan moratorium izin kepemilikan senjata api sejak 2006.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Boy Rafli Amar, mengatakan, penggunaan senjata api untuk membela diri sudah tidak diperbolehkan.
" Memang masih terus dilakukan pemeriksaan. Banyak alasan orang memegang itu (senjata api). Tapi, senjata api yang untuk bela diri, untuk warga masyarakat, sudah moratorium lama," kata Boy di Jakarta, Senin 5 September 2016.
Perizinan senjata api, kata dia, hanya diperbolehkan dengan syarat yang selektif dan kepentingan yang mendesak. Salah satunya untuk kebutuhan olahraga.
" Jadi kalau ada masyarakat sipil menyimpan senpi tapi tidak memiliki perizinan soal senpi lebih bagus diserahkan ke aparat kepolisian setempat," kata dia.
© Dream
Dia menambahkan hukuman bagi pemilik senjata tanpa izin cukup berat. Jika diketahui menyimpan senjata api tanpa izin, seseorang dapat dikenakan hukuman 14 hingga 20 tahun penjara.
" Terkecuali untuk berburu atau kegiatan di bawah koordinasi Perbakin (Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia) untuk kepentingan olahraga," ucap dia.
© Dream
Polisi, kata Boy, tetap akan memanggil penyedia senjata api bagi Gatot, AS. Pemanggilan itu hanya tinggal menunggu waktu yang tepat. " Ini masalah waktu saja," ucap Boy.
Saat ini, kata dia, penyidik terus menelusuri tempat-tenpat yang diduga menjadi lokasi penyimpanan narkoba dan senjata api lainnya. Sehingga, dia enggan terburu-buru memanggil saksi lainnya.
" Hasil pemeriksaan ke Pak Gatot Brajamusti kan akan berkembang ke yang lain. Yang lainnya pasti akan diambil keterangan juga," ucap dia.
Surat pemanggilan untuk AS telah dilayangkan dan memasuki masa jatuh tempo. Tetapi, Boy masih akan terus menunggu kedatangan AS.
" Nanti dilihat, kalau memang datang, kalau tidak datang kan ada prosedur hukumnya," ujar dia.
Sebelumnya, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Budi Hermanto, mengatakan, AS tak bisa memenuhi panggilan polisi karena sakit, sehingga dijadwalkan ulang.
" Kami juga menerima surat sakit, untuk dilakukan pemeriksaan terhadap AS dua hari ke depan," ujar dia.
Saat menggeledah rumah Gatot minggu lalu, polisi menyita satu pistol Browning, satu pistol Glock 26, satu pistol Walther, satu sangkur, 500 amunisi 9 milimeter, 3 kotak amunisi 9 milimeter, dan sekotak amunisi Fiocchi 32 Auto saat penggeledahan di rumah Gatot.
Penggeledahan itu dilakukan untuk menelusuri kepemilikan narkoba yang digunaan Gatot. Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) tersebut kedapatan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu saat berada di sebuah hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya