Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Foto Ilustrasi AirAsia X
Dream - Pesawat AirAsia X dalam penerbangannya ke Jeddah pada Minggu kemarin terpaksa berbalik arah ke Kuala Lumpur, Malaysia karena mengalami masalah teknis.
Pesawat dengan nomor penerbangan D7172 itu terpaksa berputar-putar kira-kira 4 jam mengelilingi Selat Malaka, sebelum akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2.
Insiden itu memicu pertanyaan baru di media sosial tentang jaminan keselamatan penerbangan Malaysia, menyusul pasca-hilangnya AirAsia QZ8501 pada akhir Desember lalu yang menewaskan 162 orang di dalamnya.
"Satu mesin pendorong otomatis tidak berfungsi dengan baik. Sebenarnya tidak apa-apa dipakai untuk terbang tetapi kita putuskan untuk kembali saja," kata Tony Fernandes dalam pesan teksnya ke AFP dikutip Emirates 24/7, Senin 9 Februari 2015. Dia menyebutnya sebagai 'masalah kecil'.
Situs pelacak penerbangan menunjukkan, AirAsia X D7172 terbang berputar-putar di atas Selat Malaka untuk membakar bahan bakar.
Fernandes menyebut, manuver itu sebagai sebuah tindakan pencegahan 'rutin'. Masalahnya, pesawat itu sarat dengan bahan bakar yang seharusnya habis digunakan selama penerbangan beberapa jam ke Jeddah.
Sebelum kecelakaan AirAsia QZ8501, Malaysia telah mengalami dua insiden mematikan yang menewaskan lebih dari 500 orang sebelumnya.
Kecelakaan pertama menimpa Malaysia Airlines pada Maret tahun lalu. Pesawat dengan penerbangan nomor MH370 tiba-tiba hilang dari radar dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing. Pesawat yang membawa 239 orang tersebut diduga jatuh di Samudera Hindia namun sampai sekarang belum ditemukan.
Kecelakaan kedua merenggut Malaysia Airlines MH17 pada Juli tahun lalu yang menewaskan 298 orang. MH17 jatuh di wilayah Ukraina timur yang sedang bergolak. Diyakini, pesawat nahas itu ditembak jatuh oleh rudal anti-udara. (Ism)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari