Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Airasia
Dream - Awan kelam masih belum hilang dari AirAsia. Usai insiden AirAsia QZ8501, maskapai penerbangan Malaysia ini mulai menghadapi ancaman larangan terbang dari negara lain.
Tuntutan pelarangan operasional AirAsia kini muncul dari Negeri Kangguru, Australia. Serikat Pekerja Transportasi (TWU) Australia meminta pemerintah federal untuk melarang pesawat AirAsia masuk ke negaranya.
Faktor keselamatan menjadi alasan usulan pelarangan AirAsia yang saat ini melayani penerbangan ke Perth dan Darwin.
Mengutip laman news.com.au, Selasa, 3 Februari 2015, TWI telah melayangkan permintaan tersebut kepada Deputi Perdana Menteri dan Menteri Infrastruktur Australia.
Perwakilan TWU Australia, Tony Sheldon mengatakan organisasinya mendesak agar Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia agar mengaudit operasional AirAsia. Mulai dari pelatihan staf, perawatan pesawat, hingga hubungan industrial AirAsia didesak agar diperiksa.
"Kami ingin memastikan ekspansi besar-besaran maskapai penerbangan, seperti AirAsia Indonesia tak melupakan standar keselamatan," kata Sheldon.
Dia menambahkan, dirinya juga mendesak transparansi tanpa harus menunggu hasil laporan audit yang diperkirakan memakan waktu bulanan.
Bocoran laporan audit AirAsia QZ8501 telah memicu kekhawatiran publik Australia. Laporan ini menyebutkan faktor kurangnya pelatihan pilot menjadi pemicu terjadinya musibah tersebut.
Pesawat tip Airbus A320 diyakini terperangkap dalam cuaca buruk dalam perjalanannya dari Surabaya menuju Singapura. Pesawat diduga mengalami stall usai gagal naik ke ketinggian tertentu.
kekhawatiran Sheldon cukup beralasan mengingat penerbangan AirAsia Indonesia dari dan ke Melbourne pernah dibatalkan pada hari Boxing Day tahun lalu. AirAsia dianggap gagal mendapatkan izin dari CASA.
"The Australian Competition and Consumer Commision tengah mempertimbangkan melakukan investigasi terkait pembatalan penerbangan tersebut," kata Sheldon. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari