Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Aksi Tim Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara di Komplek Imigrasi Blok C, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu, 30 Desember 2018 menjadi sorotan warganet.
Dalam video dokumenter proses kebakaran cukup hebat itu, beberapa warga tampat mengeluarkan umpatan dan cacian pad apara petugas pemadam kebakaran (Damkar) yang tengah bekerja.
Fikri Naufal, petugas Damkar yang merekam video tersebut memperlihatkan seorang warga yang tak sabar melihat api di salah satu rumah warga berkobar.
" Masuk! Takut mati?" kata seorang warga.
Tetapi, seorang petugas damkar menyebut baju yang dia pakai bukan untuk melawan api.
" Ini anti panas Pak, bukan anti api," kata seorang petugas.
Kepada Dream, Naufal menjelaskan baju yang dipakai tim Damkar memang hanya mampu melawan panas api. " Kalau baju tahan api itu berwarna silver (perak)" ujar Naufal, Selasa, 15 Januari 2019.
Meski sudah mendapat penjelasan, komentar pedas terus bermunculan. Dalam video itu terdengar warga menyebut petugas damkar datang terlambat hingga memaki dengan sebutan hanya makan gaji buta.
Berdasarkan keterangan kronologis yang dibagikan Naufal, petugas kebakaran sebetulnya datang pukul 02.50 WIB, tiga menit usai laporan diterima. Dengan sigap petugas menarik selang air untuk pemadam api.
Meski sempat terjadi insiden caci maki, petugas dan warga akhirnya tetap bahu membahu memadamkan api.
Naufal mengatakan, proses pemadaman di pagi buta itu akhirnya selesai pada pukul 03.47. Dari hasil penelusuran tim Damkar, rumah itu diduga terbakar karena hubungan arus pendek listrik.
Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Putut Jantoko mengatakan, pemilik rumah, Sugito menjadi satu-satunya korban dalam insiden kebakaran itu.
" Luka bakar 4 persen, Bapak Sugito dibawa ke Klinik Komplek Imigrasi," ujar Putut.
Kebakaran ini diperkirakan menelan kerugian hingga Rp200 juta.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya