Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Herlina, Anak Semata Wayang Titi Wati (Liputan6.com/Rajana K)
Dream - Ukuran badan yang membesar secara drastis selama enam tahun membuat Titi Wati tak mampu bergerak. Dia hanya bisa telungkup di lantai rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan G Obos XXV Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Jangankan berdiri, duduk saja Titi tidak sanggup. Sontak, seluruh aktivitasnya dilakukan di tempatnya tengkurap.
Beruntung, ada sosok gadis yang setia merawat Titi. Dia adalah Herlina, 16 tahun, yang merupakan anak Titi satu-satunya.
Sembari membantu ibunya, gadis berdarah Dayak ini sesekali menggerakkan ayunan kain yang tergantung di rumahnya. Di dalam ayunan itu, ada bayi mungil cucu Ibu RT.
" Selain menjaga mama, saya juga menjaga cucu Bu RT karena ayah dan ibunya sibuk kerja," kata Herlina, dikutip dari Liputan6.com.
Herlina mengaku tidak pernah meninggalkan ibunya sekalipun, meski hanya sejenak. Dia bahkan sampai memutuskan berhenti dari Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Fathul Jannah saat duduk di kelas 2 pada 2011 lalu.
Sejak saat itu, Herlina tidak pernah lagi mengenyam pendidikan. Waktunya dia habiskan sepenuhnya untuk merawat sang ibu.
" Saya tak tega tinggalkan mama sendiri di rumah saat saya sekolah karena kami hanya berdua di rumah," kata Herlina.
Sang ayah, kata Herlina, bekerja di pedalaman Kalimantan Tengah. Pria itu hanya sesekali pulang.
" Daripada saya tidak konsentrasi di sekolah, saya putuskan berhenti agar bisa total menjaga mama," kata dia.
Herlina tidak punya pilihan lain. Bagi dia, menjaga mamanya jauh lebih penting, meski kerap tersirat keinginan untuk kembali menempuh pendidikan.
Dia pun rela keinginannya untuk melanjutkan pendidikan tertunda. Jika Titi sudah sembuh, Herlina baru mau melanjutkan sekolah.
" Mungkin saya mengambil ujian paket untuk SMP biar bisa kembali sekolah," kata Herlina.
Sumber: Liputan6.com/Rajana K
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya