Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Janda Ini Menabung Gaji Pensiun Suaminya Untuk Membangun Masjid (Foto: Twitter)
Dream - Seorang perempuan Saudi menabung gaji pensiunan suaminya selama 30 tahun untuk membangun masjid. Masjid itu dinamakan nama suaminya.
Kisah menyentuh perempuan itu muncul setelah anak lelakinya, Muhammad Al Harbi, mencuit di Twitter pada Mei 2018 tadi.
Al Haribi mencuitkan gambar yang menunjukkan ibunya berdiri di tempat masjid yang baru dibangun.
Dia menulis di Twitter, " Betapa hebatnya Anda, ibu dia tidak pernah menikmati gaji pensiun almarhum ayah saya yang sederhana. Dia menghabiskan 30 tahun menabungnya satu riyal pada satu waktu sampai dia membangun masjid atas nama ayah saya. Semoga dia beristirahat dalam damai dan diberikan tempat di surga. Kita milik Allah dan miliknya kita kembali," tulis Al Haribi.
Ù�Ù�اطÙ� Ù�Ù�شر صÙ�رة Ù�Ù�اÙ�دتÙ� داخÙ� Ù�سجد استطاعت بÙ�اءÙ� بادخار راتب تÙ�اعد زÙ�جÙ�ا اÙ�ذÙ� تÙ�Ù�Ù� Ù�بÙ� ٣٠عاÙ�Ù�اØï¿½ Ù�أÙ�دت Ø«Ù�ابÙ� Ù�زÙ�جÙ�ا.
.
.#اÙ�سعÙ�دÙ�ة pic.twitter.com/r9W1IrHlEE— أخبار عاجÙ�ة (@News_Brk24)May 29, 2018
Dilaporkan Khaleej Time, dalam beberapa jam, cuitan itu sempat viral di media sosial. Warganet memuji sikap perempuan itu.
" Semoga Tuhan menyatukan mereka di akhirat," tulis seorang warganet.
" Cinta dalam bentuk terbaiknya," tulis warganet lain.
(ism)
Dream - Haji memang diwajibkan bagi mereka yang mampu. Tetapi, makna mampu tidak melulu soal kekayaan.
Banyak fakta mereka yang punya kekayaan berlebih tidak juga berhaji. Di sisi lain, mereka yang hidup pas-pasan dan apa adanya justru bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
Seperti Maksum Sapii Bunet bin Wahab. Kakek 79 tahun asal Madura ini hanya mengandalkan pendapatan dari profesinya sebagai pengayuh becak.
Penghasilannya pun tidak menentu. Dia kadang bisa mendapatkan Rp50 ribu sehari, namun bisa jauh lebih rendah di hari lainnya.
Meski demikian, dia sudah punya niat kuat untuk bisa melaksanakan haji. Pengetahuan tentang rukun iman yang didapatnya sewaktu kecil menjadi bekal bagi Maksum untuk yakin pada ketetapan Allah SWT.

Pengayuh becak menabung untuk pergi haji (Foto: Kemenag)
" Saya dulu ngaji arkanul iman (rukun iman). Satu, harus percaya kepada Allah, baik dan buruknya takdir Allah," ujar Maksum, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis, 24 Agustus 2017.
Selain itu, Maksum berpegangan pada Surat Yasin. Tepatnya pesan yang tertera pada ayat 83 surat tersebut.
" Kedua, saya meyakini pesan ayat Surat Yasin, Innama amruhu idza arada syaian an yaquula lahu kun fayakun. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya percaya itu," kata Maksum.
Maksum lalu menyatakan kunci dia bisa berangkat haji adalah yakin pada Allah. Kemudian, kata dia, berusaha sembari berdoa.
" Jadi kuncinya percaya kepada Allah, lalu berusaha sambil meminta. Kalau Allah mentakdirkan, saya yakin. Kalau Allah menghendaki, saya akan berangkat," ucap Maksum.
Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk keluarganya. Melalui pendapatan dari becak pula, Maksum membesarkan anak-anaknya hingga mereka mandiri.
Jika ada sisa penghasilan dari mengayuh becak, Maksum menabungnya untuk biaya haji. Setelah 20 tahun menabung, Maksum bisa mendaftar haji pada 2010 dan berangkat tujuh tahun kemudian.
" Saya narik becak di Pasar Atum Surabaya. Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu," ucap Maksum.
Maksum yang tergabung dalam kloter 6 embarkasi Surabaya ini mengaku kaget sekaligus bahagia bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Ini sesuai dengan apa yang telah diinginkanya sejak lama.
" Alhamdulillah. Sampai di sini juga. Saya merasa kagum dan kaget," kata Maksum.
Dia juga mengaku masih menarik becak di usianya yang sudah renta. Maksum hanya ingin memiliki pendapatan agar tidak merepotkan anak-anaknya.
" Setelah haji, tetap narik becak. Kalau masih kuat kerja, masih pengen terus agar tidak merepotkan anak," ucap Maksum.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya