Cerita Janda Bangun Masjid Selama 30 Tahun Menabung dari...

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 15 Januari 2019 09:02
Cerita Janda Bangun Masjid Selama 30 Tahun Menabung dari...
Dalam beberapa jam, cuitan itu sempat viral di media sosial. Warganet memuji sikap perempuan itu.

Dream - Seorang perempuan Saudi menabung gaji pensiunan suaminya selama 30 tahun untuk membangun masjid. Masjid itu dinamakan nama suaminya.

Kisah menyentuh perempuan itu muncul setelah anak lelakinya, Muhammad Al Harbi, mencuit di Twitter pada Mei 2018 tadi.

Al Haribi mencuitkan gambar yang menunjukkan ibunya berdiri di tempat masjid yang baru dibangun.

Dia menulis di Twitter, " Betapa hebatnya Anda, ibu dia tidak pernah menikmati gaji pensiun almarhum ayah saya yang sederhana. Dia menghabiskan 30 tahun menabungnya satu riyal pada satu waktu sampai dia membangun masjid atas nama ayah saya. Semoga dia beristirahat dalam damai dan diberikan tempat di surga. Kita milik Allah dan miliknya kita kembali," tulis Al Haribi.

Dilaporkan Khaleej Time, dalam beberapa jam, cuitan itu sempat viral di media sosial. Warganet memuji sikap perempuan itu.

" Semoga Tuhan menyatukan mereka di akhirat," tulis seorang warganet.

" Cinta dalam bentuk terbaiknya," tulis warganet lain.

(ism)

[crosslink_1]

1 dari 4 halaman

Menabung 20 Tahun, Tukang Becak Pergi Haji

Dream - Haji memang diwajibkan bagi mereka yang mampu. Tetapi, makna mampu tidak melulu soal kekayaan.

Banyak fakta mereka yang punya kekayaan berlebih tidak juga berhaji. Di sisi lain, mereka yang hidup pas-pasan dan apa adanya justru bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Seperti Maksum Sapii Bunet bin Wahab. Kakek 79 tahun asal Madura ini hanya mengandalkan pendapatan dari profesinya sebagai pengayuh becak.

Penghasilannya pun tidak menentu. Dia kadang bisa mendapatkan Rp50 ribu sehari, namun bisa jauh lebih rendah di hari lainnya.

Meski demikian, dia sudah punya niat kuat untuk bisa melaksanakan haji. Pengetahuan tentang rukun iman yang didapatnya sewaktu kecil menjadi bekal bagi Maksum untuk yakin pada ketetapan Allah SWT.

2 dari 4 halaman

Rukun Iman Jadi Bekal

 Pengayuh becak

Pengayuh becak menabung untuk pergi haji (Foto: Kemenag)

" Saya dulu ngaji arkanul iman (rukun iman). Satu, harus percaya kepada Allah, baik dan buruknya takdir Allah," ujar Maksum, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis, 24 Agustus 2017.

Selain itu, Maksum berpegangan pada Surat Yasin. Tepatnya pesan yang tertera pada ayat 83 surat tersebut.

" Kedua, saya meyakini pesan ayat Surat Yasin, Innama amruhu idza arada syaian an yaquula lahu kun fayakun. Kalau Allah menghendaki, tidak ada yang bisa menghalangi. Saya percaya itu," kata Maksum.

Maksum lalu menyatakan kunci dia bisa berangkat haji adalah yakin pada Allah. Kemudian, kata dia, berusaha sembari berdoa.

" Jadi kuncinya percaya kepada Allah, lalu berusaha sambil meminta. Kalau Allah mentakdirkan, saya yakin. Kalau Allah menghendaki, saya akan berangkat," ucap Maksum.

3 dari 4 halaman

Becak Pemberi Rezeki

Dengan becak, Maksum mencari nafkah untuk keluarganya. Melalui pendapatan dari becak pula, Maksum membesarkan anak-anaknya hingga mereka mandiri.

Jika ada sisa penghasilan dari mengayuh becak, Maksum menabungnya untuk biaya haji. Setelah 20 tahun menabung, Maksum bisa mendaftar haji pada 2010 dan berangkat tujuh tahun kemudian.

" Saya narik becak di Pasar Atum Surabaya. Tiap hari. Tapi kalau nabungnya tidak tentu," ucap Maksum.

4 dari 4 halaman

Tetap Mengayuh Becak di Usia Senja

Maksum yang tergabung dalam kloter 6 embarkasi Surabaya ini mengaku kaget sekaligus bahagia bisa memenuhi panggilan Allah SWT. Ini sesuai dengan apa yang telah diinginkanya sejak lama.

" Alhamdulillah. Sampai di sini juga. Saya merasa kagum dan kaget," kata Maksum.

Dia juga mengaku masih menarik becak di usianya yang sudah renta. Maksum hanya ingin memiliki pendapatan agar tidak merepotkan anak-anaknya.

" Setelah haji, tetap narik becak. Kalau masih kuat kerja, masih pengen terus agar tidak merepotkan anak," ucap Maksum.

Beri Komentar