Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Animo masyarakat Kampung Kaliwadas dan sekitarnya, Desa Pagon, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk menjadi penghafal Alquran semakin meningkat.
Lebih dari 30 santri mengikuti Wisuda Tahfiz Alquran yang digelar PPPA Daarul Quran. Para santri terbagi dalam beberapa kategori hafalan.
Mulai dari surat-surat tertentu seperti An Naml, Ar Rahma, An Nahl, seluruh juz 30, bahkan ada yang menghafal beberapa juz sekaligus.
Para santri tidak seluruhnya terdiri dari anak-anak dan remaja. Ada sejumlah santri peserta wisuda yang sudah tergolong ibu-ibu.
Mereka tetap bersemangat menjadi penghafal Alquran. Bahkan tidak kalah dari para santri cilik dan remaja.

Salah satu santriwati tersebut, Hajah Ade, 62 tahun, mengaku sudah mengikhtiarkan diri menghafal Alquran sejak September 2018. Dia menyetorkan 93 ayat Surat An Naml yang telah dihafal selama sekitar satu bulan.
Bagi Ade, menghafal dalam waktu satu bulan merupakan pengalaman luar biasa. Ini mengingat usianya sudah tidak lagi muda, serta banyaknya kesibukan yang kerap menyita waktu.
" Saya menghafal sebab ingin betulkan bacaan sholat dan memberikan motivasi kepada anak-anak muda agar mau ngaji dan menghafal," kata Ade, dalam keterangan tertulis dari PPPA Daarul Quran.

Terbersit harapan dalam benak Ade agar anak muda Kaliwadas tergerak untuk menghafal Alquran. " Masa nenek-nenek saja bisa menghafal, kok yang muda tidak bisa," kata dia.
Tiga tahun lalu, Rumah Tahfiz Daarul Quran didirikan di Kaliwadas. Rupanya, hal itu mampu memicu semangat warga sekitar untuk menjadi hafiz.
Hingga saat ini, ratusan santri tahfiz telah diwisuda. Bahkan ada santri tahfiz dari Kaliwadas yang dikirim ke Pesantren Tahfiz Daarul Quran Takhassus untuk meningkatkan kemampuannya menghafal Alquran.

Sang pendiri Rumah Tahfiz Daarul Quran Kaliwadas, Rodin Sudrajat, 43 tahun, mengatakan para santri sangat bersemangat untuk bisa menghafal Alquran. Mereka rela berjuang menempuh jarak 10-15 Kilometer untuk datang ke Rumah Tahfiz demi melekatnya ayat-ayat Alquran dalam ingatan masing-masing.
Sudrajat mengatakan saat ini Rumah Tahfiz Kaliwadas menampung 200 santri yang berasal dari sekitar kecamatan Purwadadi.
" Semoga kegiatan wisuda dapat memberikan semangat kepada seluruh warga Subang untuk senantiasa mendawamkan Alquran," kata Sudrajat. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya