Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer, mulai melaksanakan uji klinis obat untuk Covid-19. Pada uji coba tahap pertama di AS, PF-07321332 merupakan sejenis obat yang disebut protease inhibitor.
Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang dibutuhkan virus untuk mereplikasi dalam sel manusia. Sehingga mutasi virus bisa dicegah.
" Mengatasi pandemi Covid-19 membutuhkan pencegahan melalui vaksin dan pengobatan yang ditargetkan bagi mereka yang tertular virus," ujar Kepala Ilmiah Pfizer Mikael Dolsten dalam sebuah pernyataan.
" Mengingat cara SARS-CoV-2 bermutasi dan dampak global Covid-19 yang berkelanjutan, tampaknya sangat penting untuk memiliki akses ke opsi terapeutik baik sekarang maupun setelah pandemi," lanjut Dolsten, dikutip dari Anadolu Agency.
Setelah mengembangkan vaksin dua dosis dengan mitranya di Jerman, BioNTech, Pfizer berencana mengembangkan teknologi mRNA sendiri untuk membuat vaksin baru bagi virus lain.
Teknologi mRNA memungkinkan perusahaan farmasi untuk mempertimbangkan metode yang digunakan di bidang medis lain selain vaksin, yang berpotensi dalam investasi miliaran dolar.
Kasus virus corona pada Maret meningkat untuk pertama kalinya sejak Januari di AS. Sepanjang pandemi, AS tercatat sebagai negara yang terkena dampak paling parah.
Hingga saat ini, jumlah kematian akibat Covid-19 di AS sudah mencapai 543 ribu jiwa. Jumlah kasus positif dalam waktu sekitar satu tahun mencapai hampir 30 juta, menurut data Universitas Johns Hopkins.
Dari 156 juta dosis vaksin yang didistribusikan di AS, 126 juta telah diberikan hingga Senin pagi, 22 Maret 2021. Tetapi kurang dari 45 juta orang, atau 13,5 persen dari populasi, telah menerima suntikan dua dosis, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan