AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Desy Ratnasari Dan Rektor IPB Arif Satria (Istimewa)
Dream - Institut Pertanian Bogor (IPB) terus berinovasi untuk mendorong peningkatan sektor pertanian. Kampus ini semakin melengkapi diri dengan sejumlah fasilitas pendukung agrobisnis.
Saat ini, IPB telah dilengkapi fasilitas seperti pengolahan sampah, Student Service Center, Agribusiness and Technology Park, serta Botani Mart. Untuk Agribusiness and Technology Park, fasilitas ini ditempatkan di Desa Cikarawang untuk mendorong petani beradaptasi dengan teknologi guna mewujudkan Agromaritim 4.0.
" Sebagai outlet penjualan beragam inovasi yang dihasilkan sivitas, kami punya Serambi Botani dan Botani Mart. Masyarakat bisa mendapatkan produk-produk pangan sehat, benih dan bibit tanaman unggul, hingga produk-produk perawatan tubuh," ujar Rektor IPB, Arif Satria.
Lengkapnya fasilitas tersebut membuat politisi nasional, Desy Ratnasari, kepincut. Desy dibuat kagum dengan fasilitas IPB yang canggih saat kunjungan ke kampus tersebut pada Selasa, 23 Maret 2021.
" Produk-produk pertanian yang diproduksi di sini merupakan hasil kerjasama dengan petani setempat. Tentunya ini bisa memberikan manfaat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani yang ada di sekitar IPB University," kata Desy.
Selama kunjungan, Desy disuguhkan aneka buah dan sayuran serta diperlihatkan budidaya pertanian yang dipadu teknologi di ATP. Seperti produksi melon pada green house yang dilengkapi Internet of Things (IoT) system.
Ada pula teknologi floating hidroponik, teknologi pembenihan ikan (sidat, nila dan lele) dengan teknologi nanobubble, smart greenhouse untuk penyediaan bibit sayuran, teknologi hidroponik NFT, serta penggunaan drone untuk pemberian pupuk.
" Alhamdulillah hari ini saya komplit memiliki wawasan tentang IPB University sebagai sebuah perguruan tinggi, baik itu di kampus Sukabumi maupun di Dramaga ini," kata dia.
Desy menyatakan perguruan tinggi harus bisa mengimplementasikan teori dan pengetahuan. Dia menyatakan kampus perlu mengakomodir hasil karya mahasiswa dan para lulusannya sehingga ada warisan yang ditinggalkan ketika mereka lulus.
" Saya terkesan sekali bahwa di sini saya bisa melihat bagaimana sebuah teori diimplementasikan dan itu bermanfaat, bagaimana kita bersyukur di sini ada buah jambu kristal yang sangat enak. Saya bisa memetik dan langsung dimakan. IPB, oke banget!”
Desy berpesan kepada para sivitas akademika IPB agar terus memberikan manfaat pada masyarakat. Ilmu yang diraih semasa kuliah perlu dibawa ke daerah untuk diimplementasikan.
" Saya ingin lulusan IPB University betul-betul bisa kembali ke daerah masing-masing sehingga semangat yang dibangun oleh kampus ini bisa tersebar luas. Keramahan terhadap lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan bagaimana menghargai kelangsungan hidup lingkungan dimana kita berada juga hadir di seluruh indonesia," kata Desy.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli