Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Para Pegawai Pemerintah Di Arab Saudi "mengantongi" Jam Kerja Yang Amat Singkat.
Dream – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Arab Saudi mungkin menjadi pegawai publik punya jam kerja yang paling rendah, yaitu satu jam. Meskipun demikian, mereka tetap bisa mengantongi pendapatan setidaknya Rp31 juta per bulan.
Dilansir dari CNN Money, Senin 24 Oktober 2016, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Arab Saudi, Khaled Alaraj, mengatakan banyak pegawai pemerintah Arab Saudi yang benar-benar bekerja hanya satu jam.
“ Jam kerjanya tidak melebihi satu jam. Ini berdasarkan studi,” kata Alaraj.
Pernyataan ini dilontarkan ketika berada di konferensi meja bundar yang disiarkan. Saat itu, dia sedang menjelaskan reformasi ekonomi untuk menghadapi periode rendahnya harga minyak.
Perubahan di sektor publik sangat penting. Hampir 70 persen pegawai Arab Saudi atau lebih dari 3 juta orang yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Posisi ini menawarkan pekerjaan yang terjamin dan gaji yang tinggi. Salah satu perusahaan analis, McKinsey, memperkirakan gaji PNS meningkat 74 persen dari 2004 hingga 2013. Rata-rata gaji PNS di sana mencapai US$2.400 atau Rp31,33 juta per bulan.
“ Pekerjaan PNS harus dibatasi atau pertumbuhannya diperlambat. Keseimbangan ini akan tercipta di Arab Saudi untuk pekerja lokal dan pekerja asing,” ujar McKinsey.
Alaraj menambahkan, ada ketidakseimbangan antara pegawai pemerintah dan swasta. Dikatakan bahwa sektor negeri memiliki jutaan pegawai, sedangkan swasta ada 200 ribu orang karyawan yang bersiap-siap dipangkas gajinya karena harga minyak.
Pemerintah Arab Saudi memang sedang melakukan reformasi besar-besaran di sektor ekonomi. Mereka mencoba memperketat fiskal dengan pengenaan pajak, memotong subsidi minyak dan air, memangkas gaji karyawan, dan berutang miliaran dolar untuk menyeimbangkan neraca keuangan negara.
“ Jika kita tidak melakukan reformasi dan perekonomian global masih sama lesunya, kita akan bangkrut dalam tiga empat tahun ke depan,” tambah Wakil Menteri Perekonomian, Mohamed al Tuwaijri, di tempat yang sama. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun