Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seorang Pengunjung Bernama Zhao Diserang Macan Ketika Berada Di Luar Mobil. (Foto: Shanghaiist.com)
Dream – Seorang wanita bernama Zhao diserang seekor harimau ketika berada di Badaling Wildlife Park di Tiongkok. Zhao pun menuntut ganti rugi sebesar 2 juta yuan atau Rp3,8 miliar kepada pengelola taman.
Alasannya, dia tidak terinformasi dengan baik tentang imbauan untuk tidak keluar dari kendaraan ketika berada di taman tersebut.
Dilansir dari Shanghaiist¸ Jumat 21 Oktober 2015, tuntutan ini bermula ketika Zhao dan keluarganya berlibur ke taman safari itu pada Agustus 2016. Taman tersebut memang melarang pengunjung untuk tetap berada di dalam mobil, mengunci pintu, dan tidak boleh mendekat ke arah binatang. Namun, wanita berusia 32 tahun ini melanggarnya.
Tanpa disadari, seekor macan menghampiri Zhao, lalu menyeretnya. Zhao pun terluka parah akibat cabikan raja hutan itu. Ibunya yang berusia 57 tahun mencoba untuk menyelamatkan putrinya, turut menjadi korban kebuasan harimau ini. Sayangnya, nyawa sang ibu tidak tertolong.
Atas insiden itu, Zhao pun menuntut pengelola taman dengan nilai yang fantastis. Meskipun pengelola menetapkan kompensasi sebesar 1,2 juta yuan atau Rp2,31 miliar, pengelola ini hanya membayar 754 ribu yuan atau Rp1,45 miliar untuk Zhao sebagai kewajiban moral.
© Dream
Ketika ditanya soal alasan dia keluar dari mobil, Zhao menepis anggapan ada pertengkaran dengan suaminya. Dia beralasan ketika itu sedang mual. Wanita ini juga mengkritik lambannya penyelamatan terhadap dirinya dan sang ibu.
Lebih jauh, ketika menandatangani surat perjanjian untuk tidak keluar dari mobil selama berada di taman, Zhao mengira itu adalah formulir registrasi.
“ Ternyata saya salah. Tapi, saya berpikir taman seharusnya membayar 70 persen dari kewajiban mereka,” kata dia.
© Dream
Mendengar pernyataan itu, pemerintah distrik Yanging, menolak tuntutan Zhao. Mereka menggariskan bahwa pengunjung harus menaati aturan yang dibuat pengelola taman dan tidak melanggarnya demi keselamatan dan keamanan pengunjung.
Kasus Zhao ini pun menjadi bulan-bulanan netizen di Tiongkok. Banyak netizen yang menertawakan sikap wanita ini.
Seorang netizen di Weibo justru melontarkan kritik yang sarkastis.
“ Ya, pemerintah akan membayar 70 persen dari tanggung jawab mereka setelah Anda bunuh diri,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya