Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Akar Batang Pohon Apel Yang Berusia 220 Tahun (Sumber: Odditycentral.com)
Dream - Kota Krolevets di wilayah Sumy Ukraina memiliki sebuah taman apel paling unik di dunia. Pasalnya, kebun seluas 10 hektar ini menjadi rumah untuk sebuah pohon apel yang telah berusia 220 tahun. Pohon ini dikenal sebagai koloni pohon apel, karena memiliki puluhan batang yang berakar dari satu akar pohon. Kemudian terus bersemi hingga mustahil untuk mati.
Pohon ini memiliki strategi yang cukup berlian untuk bertahan hidup selama beberapa abad yang akan datang. Pada awalnya, pohon ini tumbuh secara normal, tapi ketika pohon itu berusia makin tua beberapa cabangnya menjuntai ke arah bawah. Sehingga membentuk seperti akar yang tertanam di dalam tanah.
Setiap salah satu cabang yang membungkung ke bawah mati, batang pohon yang lainnya akan menggantikannya dengan menjutai ke arah bawah dan membentuk akar baru.
Pada 1970, pohon ini hanya memiliki sembilan batang, tapi bertambah menjadi dua kali lipat pada 2008. Saat ini kebun itu telah memiliki beberapa batang utama, serta puluhan cabang-cabang yang berakar pada pohon masing-masing.
Pohon terus berkembang setiap tahunnya, tetapi bunga-bunga yang berwarna pink hanya terlihat pada setengah bagian pohon saja. Sementara setengah bagian lainnya bersandar ke arah bawah. Sedangkan buah-buah apel yang dihasilkan dikenal dengan nama lozovka. Buah ini berukuran sedang dengan rasa manis yang sedikit keasam-asaman.
Menurut legenda yang beredar di masyarakat lokal, pohon ini dahulu ditanam pangeran Peter Sergeev Meshchersky. Ketika ia meninggal, pohon ini ikut meratapi kepergiannya dan cabangnya terus tumbuh ke arah bawah membentuk koloni baru.
Pangeran Sergeev dikuburkan di bawah pohon itu pada 1848 dan kuburannya masih dapat dilihat hingga sekarang. Tapi adapula versi lain yang mengisahkan jika pangeran Sergeev menanam pohon apel di makam istrinya yang meninggal ketika ia masih muda.
Sedangkan beberapa orang ada yang mengatakan jika pohon ini dikutuk. Sehingga koloni pohon lebih terlihat seperti bush goodeberry daripada pohon apel. Beberapa ilmuawan telah mencoba mempelajari pohon ini secara detail. Tapi hingga saat ini mereka belum berhasl menemukan alasan ilmiah kenapa pohon ini terus dapat bertahan hidup.
(Ism, Sumber: odditycentral.com)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012