Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pohon Sahabi (merdeka.com
Dream - Sebuah pohon dikisahkan menjadi pelindung Rasulullah Muhammad SAW dari terik matahari. Pohon itu dikenal dengan pohon Sahabi yang hingga saat ini masih hidup.
Pohon Sahabi pernah menjadi tempat berteduh Rasulullah saat masih kecil. Saat itu, Muhammad kecil tengah diajak pamannya, Abu Thalib menuju Basra, Syam, yang kini dikenal dengan Suriah.
Di tengah jalan, Muhammad kecil bertemu dengan biarawan Nasrani bernama Buhaira. Melalui Bahira lah, Abu Thalib mengetahui keponakannya memiliki tanda-tanda kenabian.
© Dream
Dream - Setelah 1.400 tahunan berlalu, pohon tersebut ditemukan masih hidup. Sang penemu adalah Pangeran Ghazi bin Muhammad dari Amman, Yordania.
Pangeran Ghazi menemukan pohon rindang itu setelah mempelajari naskah kuno. Naskah itu menyebutkan Pohon Sahabi terletak di gurun pasir utara Yordania.
Penemuan pohon itu turut disaksikan Mufti Agung Suriah, Syeikh Ahmad Hassoun. Setelah diamati, pohon itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan catatan Biarawan Bahira.
Saat ini, pohon itu dirawat secara resmi oleh Kerajaan Yordania.
Pohon ini dapat dikatakan unik dan mungkin istimewa. Pohon itu tetap hidup selama 1.400 tahun, padahal di lingkungan yang sangat panas.
Tidak ada tumbuhan lain di sekitar Pohon Sahabi, meskipun hanya sebatang rumput. Tetapi, Pohon Sahabi justru tumbuh sangat subur.
© Dream
Deam - Kisah pertemuan Muhammad kecil dengan Biarawan Buhaira tercantum dalam tiga manuskrip karya Ibn Hisham, Ibn Sa'd Al Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir Al Tabari. Saat itu, Muhammad kecil baru berusia 12 tahun.
Suatu hari, Buhaira merasa akan bertemu dengan rasul terakhir. Saat berpapasan dengan kabilah dari Arab, Buhaira memandang ke arah seorang anak yang memiliki ciri seperti tertulis dalam Alkitab.
Buhaira lalu menjamu kabilah itu makan siang. Semua anggota kabilah hadir, kecuali Muhammad karena mendapat tugas menjaga unta dan barang dagangannya.
Melihat Muhammad tidak ada, Buhaira segera mencarinya. Dia lalu takjub melihat dahan-dahan Pohon Sahabi tunduk melindungi Muhammad dari sengatan matahari.
Buhaira juga melihat ada tanda lain pada diri Muhammad. Tanda itu adalah segumpal awan yang selalu berada di atas Muhammad ke manapun dia berjalan, sehingga melindunginya dari sinar matahari.
Buhaira lalu mengajak Muhammad untuk makan siang. Sembari makan, dia bertanya banyak hal kepada Muhammad dan akhirnya, biarawan itu berkata, "Inilah utusan terakhir yang dijelaskan dalam Al Kitab."
Buhaira kemudian berpesan kepada Abu Thalib agar segera kembali ke Mekah. Penyebabnya, kaum Yahudi tengah mencari Muhammad untuk dibunuh.
(ism, Sumber: mynewshub.cc)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?


Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya