Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mobil Yang Ditumpangi Setya Novanto Mengalami Tabrakan (Foto: Istiwewa)
Bagaimana pendapat ahli dari Toyota?
Dream - Polisi telah menemukan jawaban tidak berkembangnya air bag atau kantong udara mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi tersangka kasus korupsi proyek e-KTP saat mengalami kecelakaan di Jakarta Selatan paa 16 November silam. Air bag baru terbuka bila mobil berkecepatan di atas 40 kilometer perjam saat kecelakaan.
"Berdasarkan TAA (traffic accident analysis) pertama kecepatan 50 kilometer per jam sebelum membentur trotoar, membentur trotoar jadi 38 kilometer per jam, membentur pohon (jadi) 21 kilometer per jam, (setelah itu) membentur tiang listrik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Halim Pagarra, Senin 27 November 2017.
Menurut dia, hasil analisa dari Toyota menyatakan apabila kecepatan mobil kurang dari 40 kilometer perjam air bag tidak akan terbuka. "Menurut hasil daripada ahli daripada Toyota, bahwa kecepatan segitu tidak akan keluar dari pada air bag," ujar Halim Pagarra.
Saat ini polisi terus mencari data dan informasi terkait kecelakaan yang dialami oleh Ketua DPR yang terjadi pada Kamis 16 November 2017 itu.
Setelah terjadi kecelakaan itu, beredar video di dunia maya yang merekam kondisi mobil. Tetapi, banyak warganet menyebut kecelakaan itu hanya rekayasa. Sebab, air bag mobil yang digunakan Setnov tidak terbuka.