Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi
Dream - Meletusnya Gunung Agung di Bali pada Minggu, 26 November 2017 mengakibatkan sejumlah penerbangan terganggu. Tak hanya penerbangan dari Bali ke sejumlah wilayah, beberapa penerbangan internasional menuju Pulau Dewata pun dibatalkan.
Kisah itu terjadi pada penerbangan maskapai Jetstar JQ37 dari Sydney menuju ke Denpasar. Meninggalkan bandara pada Sabtu, 25 November 2017, Jetstar dijadwalkan menempuh perjalanan tiga jam 30 menit untuk sampai ke Denpasar.
Dikutip The Daily Telegraph via News.com.au, satu jam jelang tiba di Denpasar, Gunung Agung meletus. Abu vulkanik yang mengganggu penerbangan membuat pesawat berpenumpang 320 orang itu kembali ke Australia.
Parahnya penumpang tidak diterbangkan kembali ke Sydney, melainkan menuju ke Darwin. Karena Darwin tak memiliki akomodasi yang memadai, pada penumpang pun dipindahkan ke Cairns.
Padahal, jarak Cairns menuju ke Sydney yaitu 2.413 kilometer.

Akibat letusan Gunung Agung, hampir banyak penerbangan dari kota-kota besar di Australia, yaitu Sydney, Adelaide, Townsville, Perth dan Melbourne dibatalkan. Biaya tiket para penumpang dikembalikan.
Para penumpang dari Sydney yang dibawa ke Cairns terpaksa menginap di terminal bandara.
© Dream
Beberapa orang telah kembali ke rumahnya tetapi para penumpang remaja berharap dipindahkan ke Melbourne. Mereka ingin tetap bisa terbang ke Bali untuk merayakan kelulusannya dari sekolah.
" Kami telah berada di pesawat selama lima jam, dan kami kembali ke Darwin dan kami hanya duduk di landasan selama dua jam," kata Rosie Buman di bandara Sydney.
Dia dan sembilan teman dari St Clare's College Waverley telah merencanakan perjalanan ke Bali selama setahun. Setiap gadis membayar US$ 800, setara Rp10,8 juta, untuk menyewa vila di Seminyak selama seminggu.
" Ada 180 kursi di pesawat dari Cairns. Mereka bilang kita semua harus menunggu esok hari," ucap dia.
Tiga teman Buman bisa kembali ke Sydney, dengan harapan dapat langsung terbang ke Bali. Tapi enam orang lainnya dialihkan ke Melbourne.
Pada hari Minggu, Jetstar melanjutkan penerbangan kembali ke Bali namun mengakui tidak semua penumpang mereka akan dapat terbang langsung. Abu Gunung Agung yang meletus terus terbang ke angkasa.
" Kami akan memindahkan sebanyak mungkin pelanggan dari penerbangan yang dibatalkan kemarin," kata juru bicara maskapai.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang