Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Acara 95 Tahun Frisian Flag.
Dream - Memperingati 95 tahun hadirnya Frisian Flag di Indonesia dibuat sebuah kampanye yang sangat bermakna untuk nilai-nilai keluarga di era digital. Yaitu kampanye " 95 Pesan untuk Masa Depan" .
Dalam kampanye yang berlangsung sejak bulan Agustus 2017, Frisian Flag Indonesia mengajak keluarga Indonesia berbagi pesan kearifan masing-masing. Terkumpul lebih dari 12.000 pesan kearifan yang dikirimkan oleh belasan ribu keluarga Indonesia dari berbagai daerah di Indonesia.
Sosiolog Universitas Indonesia Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc, yang telah mengulas sebagian pesan yang terkumpul sepanjang Kampanye " 95 Pesan untuk Masa Depan" Frisian Flag Indonesia. Ia pun menekankan beberapa pesan penting yang muncul dari keluarga-keluarga Indonesia.
" Pesan tentang kebersamaan adalah pesan yang paling sering muncul. Selain itu, ada pula tentang keterbukaan, kasih sayang, kemandirian, toleransi pada perbeda pendapat, kepercayaan, sopan santun, dan keharmonisan. Jadi, di era sosial media ini keluarga Indonesia justru semakin rindu berkumpul walaupun gawai bisa mempermudah komunikasi tanpa perlu tatap muka," ujar Profesor Paulus, di Jakarta.
Ia juga menekankan bahwa pesan-pesan kearifan keluarga tersebut penting untuk membangun keluarga yang kuat dan berujung pada bangsa yang kuat. Terutama untuk saat ini di mana informasi yang tidak utuh, penuh kebencian sangat mudah diperoleh dan malah menjadi konflik.
" Konflik tersebut dipertajam dengan tutur kata yang kurang apik di berbagai sosial media. Apabila pesan kearifan benar-benar diwujudkan dan diwariskan terus menerus dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, maka konflik seperti itu dapat diredam," ujar Profesor Paulus
Menambahkan penjelasan Prof. Paulus, psikolog keluarga Dessy Ilsanti, M.Psi menilai keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membangun karakter individu. Perilaku individu dalam menghadapi masalah dan konflik ini menurutnya sangat ditentukan oleh bagaimana keluarga membentuk karakternya.
" Di sinilah pesan kearifan keluarga memainkan perannya sebagai norma pembimbing diri untuk selalu on the right track," ujar Dessy.
Dessy juga menekankan bahwa orangtua adalah teladan utama terdekat dalam memberi contoh bagi anak-anaknya. Cara terbaik meneruskan pesan kearifan di dalam keluarga adalah dengan melakukannya sepenuh hati.
" Contohnya, orangtua mencontohkan dengan bertutur kata lembut baik kepada anak-anak, nenek dankakek, saudara dan kerabat, bahkan kepada mereka yang bekerja membantu di
rumah. Hal ini menunjukkan rasa hormat, sopan santun, selalu menghargai orang lain, dan tidak mudah berucap kasar kepada orang-orang di sekitar kita," tambah Dessy.
Pentingnya pesan kearifan dalam keluarga menjadi tema besar dalam perayaan 95 tahun kehadiran Frisian Flag di Indonesia. Marketing Director Frisian Flag Indonesia Felicia Julian mengatakan Kampanye " 95 Pesan untuk Masa Depan" bertujuan untuk mengajak keluarga Indonesia menilik kembali pesan kearifan dalam keluarga dan membagikannya untuk generasi selanjutnya.
" Kegiatan ini membuat kita ingat kembali akan pesan kearifan dari kakek nenek atau orangtua kita dan menguatkan kita dalam menghadapi tantangan yang ada. Semoga pesan kearifan itu dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya," ujar Felicia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya