Polisi yang Diamuk Dora Pernah Terima Penghargaan dari SBY

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 14 Desember 2016 15:50
Polisi yang Diamuk Dora Pernah Terima Penghargaan dari SBY
Aiptu Sutisna ternyata punya catatan prestasi yang membanggakan.

Dream - Penghargaan dari Kapolda Metro Jaya yang diterima Aiptu Sutisna hari ini ternyata bukan yang pertama. Polisi yang baru saja diamuk oleh pengendara wanita, Dora Natalia, ini telah beberapa kali mendapat penghargaan.

" Dari Bapak Presiden juga pernah," kata Sutisna di Jakarta, Rabu 14 Desember 2016. Dia mengaku pernah mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY karena terlibat dalam pengamanan KTT APEC pada 2013.

Tak hanya itu, anggota Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya ini juga pernah mendapat penghargaan dari atasannya. Penghargaan ini dia dapat karena dinilai berprestasi dalam tugasnya.

Prestasi pertama yang ditorehkanSutisnya adalah berhasil menggagalkan penodongan di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Atas keberhasilannya Sutisna mendapat penghargaan dari Dirlantas Polda Metro Jaya.

" (Penghargaan) Dirlantas sudah dua kali. Yang sekarang (Kombes Pol Ermayudi) sama sebelumnya (Kombes Pol Syamsul Bahri)," kata Sutisna.

Dan tadi pagi, Sutisna mendapat penghargaan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol M Iriawan. Penghargaan ini diberikan karena Sutisna dinilai sangat sabar menghadapi situasi tidak menyenangkan saat berdinas.

Saat apel pemberian penghargaan di Mapolda Metro Jaya, Sutisna mendapat pesan khusus dari Iriawan. " Ya, Pak Kapolda pesan semoga bisa jadi contoh buat teman-teman yang lain," ucap Sutisna.

1 dari 3 halaman

Pengakuan Mengejutkan Wanita yang Amuk dan Cakari Polisi

Terkait persoalan yang dialami Dora, sang adik, Desi Singarimbun, mencoba memberikan klarifikasi. Desi menyampaikan penjelasannya melalui akun di Instagram, @desisingarimbun.

Berikut penjelasan Desi terkait video DN yang menjadi viral di jagat maya itu:

" Bapa Ibu yang terhormat terimakasih atas kritikan manis nya, saya hanya ingin sedikit menceritakan kejadian di tkp versi kk (kakak) saya Dora Natalia Singarimbun," tulis Desi.

" Kk saya menegur polisi krn berdiri di jalan yg lancar dan mengatakan pak kalo mw mengatur lalu lintas di tempat yg macet jgn yg di jalan yg lancar, tapi polisi malah menghadang dan mengambil kunci mobil tanpa membuat surat tilang, (memang kk saya org nya tempramen) akhirnya kk saya turun dr mobil dan meminta kunci mobil dan di buatkan surat tilang klo mmg didapati kesalahan berlalu lintas."

" Tapi si polisi tdk kasi malahan polisi yg satu mengambil kesempatan dgn merekam kejadian disaat kk saya berusaha menggapai kunci yg di pegang polisi, seolah kk saya mencakar polisi," kata dia.

" Sayangnya saat polisi mengembalikan kunci mobil kk saya sambil menginjak kaki kk saya yg tanpa sepatu dengan sepatu boot polisi itu tdk di rekam oleh teman nya.tapi ya itu lah sehebat apapun kita tetap kita manusia biasa yg lemah di mata Tuhan. saya pribadi tetap menilai kk saya ada kesalahan tapi tidak utk kita hakimi," ucap Desi.

2 dari 3 halaman

Mengapa Marah Tak Terkendali?

Klarifikasi tersebut diunggah sekitar 15 jam lalu. Hingga saat ini, unggahan tersebut mendapat 1.515 komentar.

" Untung dora natalia'nya naek mobil sendiri.gk kebayang klo adik'ny ini ikut jg pas kejadian. Abis, kelar sudah pak polisi'nya di keroyok kakak adek gk beres begini ..," tulis pemilik akun debbymoetz.

" Maaf ya mbak, coba buka deh line today.. Knp sih harus tempramen kakak ente?? Sabar napa?? Mentang2 org MA trus mau nindas petugas, untung yang kakak ente umpat polantas, nyoba kalau pasukan elite indo apa gak berabe nasib kakak ente!! Untung tuh jalan di atur polantas, cewek kok tempramen, apalagi kalian seorang ibu!! Gmn anaknya kalo ibunya kek gini.. Monggo bapak kami tercinta bagaimana nasib negara ini bila aparat dan manusiannya saling mengagungkan tempat dan profesi kerjanya, apa gak seperti koboi jalanan tuh pak, tindak tegas dan hukum jangan tumpul," tulis pemilik akun aria_nirwana808

3 dari 3 halaman

Penjelasan Aiptu Sutisna, Polisi yang Diamuk Pengendara Wanita

Dream - Anggota Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Aiptu Sutisna, menjelaskan duduk insiden mengamuknya pengendara wanita, Dora Natalia, di Jalan Jatinegara Barat, pada Selasa kemarin. Menurut dia, peristiwa itu terjadi bukan karena Dora ditilang.

" Ya saya sedang di BKO ke Transjakarta situ, terus ibu itu tiba-tiba maki-maki saya. Padahal saya enggak nyetopin, enggak nilang, tahu-tahu dia maki-maki saya pakai kata-kata kasar, pokoknya keluar lah itu semua isi kebon binatang," kata Sutisna di Jakarta, Rabu, 14 Desember 2016.

Sutisna mengaku heran dengan perilaku Dora. Wanita itu langsung merebut ponsel miliknya dan menyuruh Sutisna mengambilnya di Mahkamah Agung. Dora memang bekerja di lembaga peradilan tertinggi di Indonesia itu.

" Saya juga bingung padahal saya enggak salah, dia juga enggak salah. HP saya direbut, katanya disuruh ambil ke Mahkamah Agung," tutur Sutisna.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan, hingga saat ini polisi belum mengetahui penyebab kemarahan Dora.

" Enggak jelas juga penyebabnya apa, padahal kami enggak nilang atau berhentikan," kata Argo.

Saat ini, polisi telah memeriksa lima saksi terkait kejadian tersebut. Sementara, barang bukti berupa video pemukulan dan penyerangan telah diserahkan ke Puslabfor Polri.

" (DN) belum tersangka. Sekarang kita sudah memeriksa lima saksi. Kami baru memeriksa saksi dan keterangan terlapor. Barang bukti rekaman video kami kirimkan ke Labfor," ujar Argo.

Beri Komentar