7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
�© MEN
Dream - Aparat Direktorat Tindak Pidana Siber Bareksim Polri menangkap WN, 54 tahun, pembuat sekaligus pembicara dalam video hoaks yang menyebut server Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dalam video yang beredar, WN menyebut server KPU telah diatur untuk memenangkan capres-cawapres, Jokowi-Ma'ruf dengan angka kemenangan 57 persen.
Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareksim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul mengatakan, WN ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah pada 11 Juni 2019.
" Proses penyelidikan cukup lama, yang bicara (dalam video) itu sekarang yang ada di belakang kita, itu WN," ujar Ricky di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 17 Juni 2019.
Ricky berujar, pelaku membuat video itu berdasarkan data yang diambil dari media sosial. Pembuat hoaks tidak melakukan penelitian sendiri.
" Jadi tersangka tidak melakukan penelitian, pendataan sendiri bahkan tidak mengroscek dari informasi yang ada di lapangan," ucap dia.
Pelaku yang bekerja sebagai tim informasi teknologi (IT) salah satu paslon. " Melakukan itu agar diakui kredibilitasnya sebagai tim IT," kata dia.
Akibat perbuatannya, WN terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda sebesar Rp750 juta.
Dalam kesempatan yang sama, Komisioner KPU Viryan Azis menegaskan server KPU tidak pernah diatur untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu. Dia juga membantah kabar server KPU tersimpan di luar negeri.
Video tersebut sempat viral pada 4 April 2019. Untuk membantah video itu, KPU mengundang wartawan untuk melihat secara langsung server miliknya. (ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?