Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Soejati (90), Sosok Wanita Tua Yang Mengenal Dan Mengetahui Jejak Freemasonry Di Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Dream - Iluminati dan Freemanson marak menjadi perbincangan di media sosial. Kemunculan dua nama gerakan `rahasia` itu karena disinggung dalam ceramah Ustaz Rahmat Baequni.
Berawal dari keramaian di media sosial itu, sekelompok orang yang tergabung dalam tur wisata sejarah Komunitas Aleut menemui seorang perempuan lanjut usia yang menjadi saksi keberadaan Freemansonry di Bandung, Jawa Barat.
Perempuan sepuh itu bernama Soejati. Rumah pensiunan guru SMAN 3 Bandung itu memang terletak di samping lokasi gerakan Fremanson, yaitu Rumah Kentang atau dahulu disebut Loji Hermes.
Dilaporkan Liputan6.com, loji tersebut aktif menyelenggarakan kegiatan Freemanson di Hindia Belanda. Di lokasi itu, kata Soejati, para anggota Freemanson berdiskusi dan belajar mengenai ilmu-ilmu yang berguna bagi masyarakat.
" Ada ilmu dari Mesir Kuno, Mesopotamia. Jadi kalau mau anggota harus tahu diri kita sendiri sampai di mana. Orang yang bukan anggota tidak boleh masuk, mereka yang bisa memasuki wilayah hanya anggota," kata Soejati.
Soejati menuturkan, meski awalnya diikuti warga dari Eropa, belakangan beberapa kaum terpelajar Indonesia yang mengerti bahasa Belanda dan Inggris turut serta.
Dia menuturkan, Freemanson sejatinya merupakan wadah yang tidak terikat dengan agama, suku, negara, dan bangsa. " Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik. Anggota ini membangun gedung ini dengan iuran," kata dia.
Soejati pun meluruskan anggapan kelompok ini punya kedekatan dengan ritual pemujaan setan. Menurut dia, kelompok ini menjaga kesunyian untuk bermeditasi.
Beberapa tokoh terkenal nasional, lanjut Soejati, sempat disebut bersinggungan dengan kelompok ini. " Bung Hatta termasuk yang pernah ditawari beasiswa. Hal paling penting adalah tolong menolong persaudaraan," ucap dia.
Soejati mengatakan, kegiatan Freemanson mulai tergerus sejak pendudukan Jepang. Kiprah perkumpulan Freemasonry juga semakin terhimpit setelah Presiden RI pertama mengeluarkan Keputusan Presiden nomor 264 tahun 1962 mengenai larangan beberapa perkumpulan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012