Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Soejati (90), Sosok Wanita Tua Yang Mengenal Dan Mengetahui Jejak Freemasonry Di Bandung. (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Dream - Iluminati dan Freemanson marak menjadi perbincangan di media sosial. Kemunculan dua nama gerakan `rahasia` itu karena disinggung dalam ceramah Ustaz Rahmat Baequni.
Berawal dari keramaian di media sosial itu, sekelompok orang yang tergabung dalam tur wisata sejarah Komunitas Aleut menemui seorang perempuan lanjut usia yang menjadi saksi keberadaan Freemansonry di Bandung, Jawa Barat.
Perempuan sepuh itu bernama Soejati. Rumah pensiunan guru SMAN 3 Bandung itu memang terletak di samping lokasi gerakan Fremanson, yaitu Rumah Kentang atau dahulu disebut Loji Hermes.
Dilaporkan Liputan6.com, loji tersebut aktif menyelenggarakan kegiatan Freemanson di Hindia Belanda. Di lokasi itu, kata Soejati, para anggota Freemanson berdiskusi dan belajar mengenai ilmu-ilmu yang berguna bagi masyarakat.
" Ada ilmu dari Mesir Kuno, Mesopotamia. Jadi kalau mau anggota harus tahu diri kita sendiri sampai di mana. Orang yang bukan anggota tidak boleh masuk, mereka yang bisa memasuki wilayah hanya anggota," kata Soejati.
Soejati menuturkan, meski awalnya diikuti warga dari Eropa, belakangan beberapa kaum terpelajar Indonesia yang mengerti bahasa Belanda dan Inggris turut serta.
Dia menuturkan, Freemanson sejatinya merupakan wadah yang tidak terikat dengan agama, suku, negara, dan bangsa. " Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik. Anggota ini membangun gedung ini dengan iuran," kata dia.
Soejati pun meluruskan anggapan kelompok ini punya kedekatan dengan ritual pemujaan setan. Menurut dia, kelompok ini menjaga kesunyian untuk bermeditasi.
Beberapa tokoh terkenal nasional, lanjut Soejati, sempat disebut bersinggungan dengan kelompok ini. " Bung Hatta termasuk yang pernah ditawari beasiswa. Hal paling penting adalah tolong menolong persaudaraan," ucap dia.
Soejati mengatakan, kegiatan Freemanson mulai tergerus sejak pendudukan Jepang. Kiprah perkumpulan Freemasonry juga semakin terhimpit setelah Presiden RI pertama mengeluarkan Keputusan Presiden nomor 264 tahun 1962 mengenai larangan beberapa perkumpulan.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya