Jejak Gerakan Freemansonsory di Bandung

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 17 Juni 2019 16:00
Jejak Gerakan Freemansonsory di Bandung
Bung Hatta pernah ditawari beasiswa oleh kelompok ini.

Dream - Iluminati dan Freemanson marak menjadi perbincangan di media sosial. Kemunculan dua nama gerakan `rahasia` itu karena disinggung dalam ceramah Ustaz Rahmat Baequni.

Berawal dari keramaian di media sosial itu, sekelompok orang yang tergabung dalam tur wisata sejarah Komunitas Aleut menemui seorang perempuan lanjut usia yang menjadi saksi keberadaan Freemansonry di Bandung, Jawa Barat.

Perempuan sepuh itu bernama Soejati. Rumah pensiunan guru SMAN 3 Bandung itu memang terletak di samping lokasi gerakan Fremanson, yaitu Rumah Kentang atau dahulu disebut Loji Hermes.

Dilaporkan Liputan6.com, loji tersebut aktif menyelenggarakan kegiatan Freemanson di Hindia Belanda. Di lokasi itu, kata Soejati, para anggota Freemanson berdiskusi dan belajar mengenai ilmu-ilmu yang berguna bagi masyarakat.

" Ada ilmu dari Mesir Kuno, Mesopotamia. Jadi kalau mau anggota harus tahu diri kita sendiri sampai di mana. Orang yang bukan anggota tidak boleh masuk, mereka yang bisa memasuki wilayah hanya anggota," kata Soejati.

1 dari 1 halaman

Bung Hatta Pernah Ditawari Beasiswa

Soejati menuturkan, meski awalnya diikuti warga dari Eropa, belakangan beberapa kaum terpelajar Indonesia yang mengerti bahasa Belanda dan Inggris turut serta.

Dia menuturkan, Freemanson sejatinya merupakan wadah yang tidak terikat dengan agama, suku, negara, dan bangsa. " Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik. Anggota ini membangun gedung ini dengan iuran," kata dia.

Soejati pun meluruskan anggapan kelompok ini punya kedekatan dengan ritual pemujaan setan. Menurut dia, kelompok ini menjaga kesunyian untuk bermeditasi.

Beberapa tokoh terkenal nasional, lanjut Soejati, sempat disebut bersinggungan dengan kelompok ini. " Bung Hatta termasuk yang pernah ditawari beasiswa. Hal paling penting adalah tolong menolong persaudaraan," ucap dia.

Soejati mengatakan, kegiatan Freemanson mulai tergerus sejak pendudukan Jepang. Kiprah perkumpulan Freemasonry juga semakin terhimpit setelah Presiden RI pertama mengeluarkan Keputusan Presiden nomor 264 tahun 1962 mengenai larangan beberapa perkumpulan.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-