Israel Ubah Nama Dataran Tinggi Golan Jadi Trump Heights

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 17 Juni 2019 12:03
Israel Ubah Nama Dataran Tinggi Golan Jadi Trump Heights
Nama baru ini disematkan setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengaku Golan sebagai teritorial Israel.

Dream - Israel mengubah nama kawasan pendudukan Dataran Tinggi Golan (Golan Heights) dengan 'Trump Heights'.

Nama baru ini diresmikan sendiri oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam seremonial perayaan, yang digelar di daerah yang diserobot Israel secara ilegal pada Minggu 16 Juni 2019 waktu setempat.

" Dataran Tinggi Golan adalah dan selalu akan menjadi bagian tak terpisahkan dari negara dan tanah air kita," ujar Netanyahu dalam pidatonya seperti dilaporan Al Jazeera.

Penyematan nama baru ini diklaim sebagai bentuk penghargaan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui kedaulatan Israel atas wilayah tersebut.

Netanyahu menyebut Trump sebagai teman baik Israel dan menyatakan Dataran Tinggi Golan di utara Israel sebagai aset penting dan strategis.

Kawasan pendudukan yang akan bernama 'Ramat Trump', bahasa Ibrani untuk 'Trump Heights', bukanlah baru. Kawasan yang saat ini dikenal dengan Bruchim ini memiliki populasi sekitar 10 orang dalam 30 tahun terakhir.

Di hari yang sama, Trump menyampaikan ucapan terima kasih atas penghargaan yang diberikan Netanyahu. Ucapan tersebut dituangkan dalam cuitan di akun Twitternya.

" Terima kasih PM @netanyahu dan Negara Israel atas penghargaan besar ini!" cuit Trump.

Trump juga menganggap pemberian nama tersebut sebagai kado ulang tahun terindahnya. Pemilik Trump Tower ini merayakan ulang tahunnya pada Jumat pekan lalu.

" Saya tidak memikirkan hadiah ulang tahun yang lebih tepat dan lebih indah," cuit Trump.

1 dari 1 halaman

Dicaplok dari Suriah

Israel berharap kawasan yang baru berganti nama ini segera menampung gelombang penduduk.

Negara berbendera Bintang David ini merebut Golan dari Suriah dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan mencaploknya pada 1981.

Masyarakat internasional mengecam langkah pendudukan yang dijalankan Israel. Mereka menyatakan langkah itu ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Selama kunjungan Netanyahu ke Washington pada Maret lalu, hanya sepekan sebelum pemilihan umum Israel, Trump mengubah drastis kebijakan AS.

Dia menandatangani perintah eksekutif, yang secara resmi mengaku Dataran Tinggi Golan merupakan teritorial Israel.

Keputusan itu mendapat sambutan yang sangat luas di Israel. Dubes AS untuk Israel, David Friedman, bahkan menyatakan isu di Dataran Tinggi Golan lebih dari sekadar kedaulatan permanen bagi Israel.

" Sejumlah hal jauh lebih penting bagi keamanan Israel dibandingkan kedaulatan permanen atas Dataran Tinggi Golan," kata Friedman. (ism) 

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik