Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Jet Tempur Rafale (Shutterstock.com)
Dream - Indonesia bakal memborong 42 jet tempur Dassault Rafale buatan Prancis. Untuk tahap pertama, Indonesia telah menandatangani pembelian enam pesawat generasi 4.5 tersebut.
" Kita mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk enam pesawat," kata Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dikutip dari merdeka.com, Kamis 10 Februari 2022.
Prabowo yang baru saja menerima kunjungan Menteri Angkatan Bersenjata Republik Prancis, Florence Parly, di kantornya itu menambahkan dalam waktu dekat akan ditandatangani pembelian 36 pesawat.
Setelah pertemuan itu, Prabowo dan Florence Parly juga menyaksikan penandatanganan kerja sama bidang riset dan pengembangan kapal selam antara PT PAL dengan Naval Grup.
" Tentunya akan mengarah pada pembelian dua kapal selam kelas Scorpene dengan AIP beserta persenjataan dan suku cadang yang dibutuhkan termasuk latihan," kata Prabowo.
Indonesia dan Prancis juga menandatangani kerja sama lain. Antara lain kerja sama antara PT DI dan Dessault untuk pemeliharaan dan perbaikan pesawat-pesawat Prancis di Indonesia. Ada pula kerja sama pembuatan amunisi kaliber besar antara PT Pindad dan Nexter Munition.
" Kerja sama PT Pindad untuk 'manufacturing' amunisi guna keperluan persenjataan darat dan amunisi kaliber besar," tutur Prabowo.
Florence Parly menyambut baik penandatanganan berbagai kerja sama serta kontrak pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Indonesia.
" Saya yakin perusahaan Indonesia dapat menjalin kemitraan untuk mendukung program modernisasi alutsista TNI yang lain demi mengembangkan industri strategis nasional Indonesia," kata Parly.
Menurut dia, pengadaan pesawat Rafale ini menunjukkan kepercayaan Indonesia terhadap Prancis. Penandatanganan kontrak ini merupakan tahap penting dalam proses pengadaan alutsista Indonesia.
" Kontrak akan diaktifkan sesegera mungkin untuk meluncurkan proses produksi agar Indonesia dapat memanfaatkan Pesawat Rafale dalam waktu dekat," ujar Parly.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam