Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden China Xi Jinping (Xinhua)
Dream - Presiden China, Xi Jinping, akhirnya mendatangi wilayah Xinjiang. Itu menjadi kunjungan pertama Xi Jinping setelah terakhir ke sana delapan tahun lalu, atau pada 2014.
Xi Jinping mengunjungi wilayah tersebut di tengah sorotan negara-negara Barat terkait dugaan adanya pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur.
Dalam laporan kantor berita Xinhua, selama kunjungan ke Xinjiang, Xi memeriksa Universitas Xinjiang, area pelabuhan darat internasional, komunitas perumahan, dan museum.
“Di sana Xi mengoordinasikan respons terhadap Covid-19 dengan pembangunan ekonomi dan sosial, mempromosikan persatuan dan kemajuan etnis dan mengkonsolidasikan rasa kebersamaan untuk bangsa Tiongkok,” kata laporan itu, dilansir dari Radio Free Asia (RFA), Jumat 15 Juli 2022.
Ia juga menawarkan layanan untuk memberi manfaat bagi penduduk dari semua kelompok etnis.
Ia juga mengunjungi museum di mana dirinya mendesak pelestarian warisan budaya kelompok minoritas dengan lebih baik.
Perjalanan Xi Jinping ke Xinjiang terjadi kurang dari dua pekan setelah ia melakukan perjalanan ke Hong Kong untuk merayakan ulang tahun ke-25 kembalinya wilayah itu ke China.
Xinjiang menjadi salah satu area bergejolak di China. Di wilayah tersebut kerap dilaporkannya terjadinya sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), terhadap kaum minoritas, khususnya Muslim Uighur.
Ini merupakan kunjungan publik Xi yang pertama sejak tindakan keras aparat di wilayah itu membuat Beijing dituduh menahan lebih dari satu juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp.
Amerika Serikat dan para anggota parlemen di negara-negara Barat lainnya telah menyebut tindakan China di Xinjiang sebagai "genosida", dan menjatuhkan sanksi-sanksi atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
Beijing telah membantah tuduhan itu, menyebutnya sebagai "kebohongan abad ini". Beijing bersikeras bahwa kebijakannya telah membantu memerangi ancaman ekstremisme.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire