Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jokowi Mendapat Kartu Kuning Dari Ketua BEM UI 2018 Zaadit Taqwa (Foto: Merdeka.com)
Dream - Usai memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis Universitas Indonesia (UI) ke-68 di Balairung UI Depok, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo (Jokowi), mendapat `hadiah` kartu kuning dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI 2018, Zaadit Taqwa.
Sebelum memberikan kartu kuning, Zaadit sempat meniup peluit laiknya wasit saat terjadi pelanggaran dalam pertandingan sepak bola. Dikutip dari Merdeka.com, Zaadit yang mengenakan batik lengan panjang berwarna merah tiba-tiba berdiri di tengah tamu yang hadir.
Dia maju hingga ke barisan depan, sejajar dengan kursi menteri kabinet kerja. Zaadit langsung mengacungkan buku kuning yang dipegangnya ke arah Presiden.
Melihat kejadian ini, Paspampres bergerak cepat menggiring mahasiswa jurusan Fisika FMIPA-UI ini ke luar ruangan.
Korbid Sospol BEM UI, Averous Noor Esa, mengatakan, aksi Zaadit telah direncanakan. " Tapi untuk pemberian kartu kuning di dalam ruangan itu didorong keinginan sendiri karena melihat ketidakjelasan rencana pertemuan Presiden dengan mahasiswa," ujar Noor Esa, Jumat 2 Februari 2018.
© Dream
Noor Esa mengatakan, maksud memberi kartu kuning untuk Jokowi mirip dengan konsep pemberian kartu kuning dalam pertandingan sepakbola karena pemain satu melanggar pemain lain.
BEM UI tunjukkan nyalimu #KartuKuning terus #KartuMerah pic.twitter.com/Ke8EeyeUxC
— Bibzamannow (@bibzamannow)February 2, 2018
Noor Esa menyebut tiga pelanggaran yang membuat Jokowi perlu diganjar kartu kuning. Pertama, Jokowi dianggap mengabaikan rakyat Papua.
Ke dua, Jokowi dinilai telah melanggar UU Pilkada dengan wacana menempatkan jenderal polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Ke tiga, soal peraturan menteri Ristekdikti yang salah satu pasalnya mengatur organisasi kemahasiswaan.
© Dream
Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi Sapto Prabowo, mengatakan sebetulnya Jokowi sudah dijadwalkan untuk menerima Ketua BEM UI 2018 selepas peresmian Forum Kebangsaan tersebut. Jokowi ingin mendengar masukan dari BEM UI.
" Karena katanya ada yang mau disampaikan dari BEM UI kepada Presiden. Tapi, tidak tahu tiba-tiba saat acara di dalam, ada mahasiswa yang mengacungkan buku berwarna Kuning," jelas Johan.
Menanggapi pemberian kartu kuning yang diberikan, Jokowi tidak merasa tersinggung.
" Soalnya dari awal memang sudah ada agenda Presiden ketemu BEM UI itu selepas acara. Tapi acara itu batal karena aksi tersebut," ucap Johan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya